AHY Tak Masuk Kabinet Jokowi, Demokrat Irit Bicara Soal Sikap Politik

Selasa, 29 Oktober 2019 13:13 Reporter : Merdeka
AHY Tak Masuk Kabinet Jokowi, Demokrat Irit Bicara Soal Sikap Politik AHY temui Jokowi di istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Partai Demokrat belum menentukan sikap politiknya usai nama Wakil Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) gagal masuk kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Partai berlambang bintang mercy itu berencana mengumumkan sikap partainya yang langsung diumumkan oleh Ketum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, hingga sekarang Demokrat masih belum mengumumkannya. Sekjen Demokrat irit bicara. Dia hanya meminta untuk bersabar.

"Sabar ya," singkat Hinca kepada Liputan6.com, Selasa (29/10).

Saat disinggung kemungkinan pengumuman sikap politik Demokrat pada pekan ini, dia tak menjawab pasti. "Nanti dikabari lagi," singkatnya.

Sikap Partai Demokrat pernah dikeluarkan. Surat bertanda tangan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan itu, salah satunya melarang para kader memberi komentar terhadap kabinet Jokowi.

Menurut Hinca, partainya bisa memahami keputusan Jokowi tidak mengajak bergabung ke dalam kabinet. Meski begitu, Partai Demokrat bakal serius memperjuangkan aspirasi rakyat agar masa depan Indonesia menjadi lebih baik dan mendapat kesejahteraan, keadilan, kedamaian, dan kebebasan hakiki yang dijamin konstitusi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarifuddin Hasan mengatakan, Demokrat tidak pernah membuat asumsi gagalnya Agus Harimurti Yudhoyono menjadi menteri karena dendam lama Megawati Soekarnoputri kepada Susilo Bambang Yudhoyono.

"Partai Demokrat tidak pernah punya asumsi seperti itu. Secara resmi tidak pernah mengatakan itu. Partai Demokrat melihat hubungannya baik-baik saja. Jadi itu pandangan pribadi," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10).

Syarief membantah Presiden Joko Widodo sudah menyiapkan satu kursi untuk AHY di kabinet. Dia bilang, Demokrat sejak awal tidak mengajukan nama kepada Jokowi.

"Jadi apa yang terjadi sekarang itu, selama ini itu adalah merupakan hubungan komunikasi yang intens saja sebagai seorang negarawan, sebagai ketua umum partai dan sebagai mantan presiden," kata dia.

Demokrat, kata Syarief, menghormati keputusan Presiden Jokowi yang tidak memasukkan kadernya dalam kabinet.

"Saya pikir, kami itu sudah sepenuhnya menyerahkan kepada presiden Jokowi. Apapun keputusannya harus kita hormati kita harus hargai saya pikir itu," kata dia.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini