AHY kritik Jokowi, PDIP singgung inkosisten demi kepentingan politik

Selasa, 12 Juni 2018 11:28 Reporter : Sania Mashabi
AHY kritik Jokowi, PDIP singgung inkosisten demi kepentingan politik AHY. ©2018 Merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beberapa waktu lalu, AHY menyinggung janji Jokowi yang ingin melakukan revolusi mental masyarakat Indonesia.

Padahal, dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 10-11 Maret di Sentul, Jawa Barat, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengisyaratkan sinyal kemungkinan partainya koalisi dengan poros Jokowi. Jokowi kini diusung oleh PDIP, Partai NasDem, Partai Hanura, Partai Golkar dan PPP.

Sebagai partai pengusung Presiden Jokowi, Sekretaris Jenderal PDPI Hasto Kristiyanto tidak mau ambil pusing mengenai manuver dari putra SBY itu. Dia hanya menegaskan kritik harus didasari objektifitas.

"Kalau kritik itu harusnya diberikan berdasarkan objektifitasnya. Bukan didasarkan pada kepentingan politiknya," kata Hasto di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/6).

"Ketika mau ketok pintu cerita yang baik-baik, kemudian ketika ada agenda berbeda kemudian memberikan kritik yang berbeda. Rakyat melihat ketidakkonsistenan di situ," lanjutnya.

Dia membenarkan memang pada awalnya Demokrat tengah membangun komunikasi dengan PDIP. Namun hasil komunikasi itu diserahkan pada kebijakan masing-masing partai.

"Dari beberapa sinyal yang disampaikan termasuk oleh Bapak Susilo Bambang Yudhoyono kan memang ada upaya membangun dialog positif. Tapi hasilnya kan kami serahkan pada kedaulatan setiap partai. Karena kerja sama kan harus dari kedua partai," ungkapnya.

Hasto tidak menjelaskan lebih rinci terkait komunikasi dengan Demokrat. Dia hanya menegaskan setiap partai punya kalkulasi politiknya masing-masing.

"Ya namanya dinamika politik setiap partai kan punya kalkulasi-kalkulasi politik. Tapi bagi PDIP sekali kami bersikap ya kami tidak akan pernah berubah," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono melakukan orasi politik bertajuk 'Dengarkan Suara Rakyat' di Hall JakartaConvention Center, Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/6). Dalam orasinya, AHY menyinggung soal program revolusi mental Presiden Joko Widodo yang jauh dari cita cita.

"Pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagian besar rakyat, menaruh harapan kepada program, pembangunan manusia Indonesia. Ketika pemerintah saat ini, berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan, dan proyek infrastruktur lainnya, lantas, kita patut bertanya, Apa kabar Revolusi Mental?" katanya saat berpidato disusul tepuk tangan kader Demokrat. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini