Agung Laksono desak MKD usut tuntas kasus Fadli Cs bertemu Trump

Senin, 7 September 2015 18:29 Reporter : Rizky Andwika
Agung Laksono desak MKD usut tuntas kasus Fadli Cs bertemu Trump Agung Laksono bertemu Megawati. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Ketua Umum Golkar versi Munas Ancol, Agung Laksono mendesak Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mengusut tuntas dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menghadiri kampanye bakal calon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dia menilai selain diduga melanggar kode etik sebagai pejabat publik, kehadiran Novanto dan Fadli juga tidak memiliki dampak yang baik bagi masyarakat di Tanah Air.

"Apalagi ke luar negeri dan menggunakan uang negara, butuh transparansi dan akuntabilitas," kata Agung di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Senin (7/9).

Oleh sebab itu, dia berharap agar Novanto dan Fadli dapat memenuhi panggilan dari MKD untuk dapat menjelaskan maksud dan tujuan dari kedatangannya ke kampanye bakal calon dari Partai Republik itu. Dia pun berharap agar keduanya tidak memanfaatkan jabatannya sebagai pimpinan DPR untuk melakukan lobi-lobi agar MKD tak mengusut kasus ini.

"Saya katakan kalau dipanggil hormatilah proses ini lalu diharapkan diproses sampai selesai," katanya.

Meski demikian, Mantan Menko Kesra ini enggan berkomentar sanksi apa yang tepat diberikan untuk Novanto dan Fadli Zon. Dia lebih menyerahkan wewenang sepenuhnya ke MKD untuk memberikan sanksi apa yang pantas diberikan.

"Sanksinya saya tidak mau ikut campur, sanksi paling ringan atau sampai sampai sanksi berat tergantung pelanggarannya yang dipandang MKD. Sanksi itu bisa sampai pada pemberhentian. Saya serahkan ke MKD saya harapkan secara objektif," tuntasnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini