Adu vokal 'juru bicara' Prabowo dan Jokowi

Rabu, 15 Agustus 2018 06:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Adu vokal 'juru bicara' Prabowo dan Jokowi Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Kubu Jokowi dan Prabowo Subianto rupanya punya 'juru bicara' yang siap membela mati-matian bakal capres-cawapres di Pilpres 2019. 'Juru bicara' ini dikenal bermulut pedas. Sehingga tak salah kedua kubu memilih mereka sebagai bagian dalam pertarungan Pilpres.

Belum lama ini, para 'jubir' sudah beradu argumen mengenai jagoannya masing-masing. Berikut adu vokal jubir Jokowi dan Prabowo.

1 dari 4 halaman

Fahrat Abas kritik Sandiaga Uno

Farhat Abbas. ©2018 Liputan6.com

Pengacara yang juga menjadi calon legislatif dari partai PKB, Farhat Abbas didapuk sebagai salah satu juru bicara Jokowi-Ma'ruf. Farhat sempat berkelakar jika dirinya sengaja dipersiapkan untuk menghadapi Fadli Zon. "Saya dipersiapkan untuk melawan Fadli Zon dan lain-lainnya. Yang huruf F katanya," katanya saat ditemui di sela-sela pelatihan Jubir di Jakarta, Senin (13/8).

Namun baru saja ditunjuk sebagai jubir, Farhat sudah mulai menyerang kubu Prabowo dengan mengkritik Sandiaga Uno. Dia menilai, Sandiaga belum menghasilkan prestasi semenjak memimpin Jakarta bersama dengan Anies Baswedan.

2 dari 4 halaman

Fadli Zon siap hadapi Farhat Abas

Fadli Zon. ©2017 dok foto dok ri

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tak takut dengan ditunjuknya Farhat Abas sebagai juru bicara kubu Jokowi. Fadli mengaku siap berdebat dengan siapa pun, termasuk Farhat Abas.

Siapa pun lawan debatnya yang terpenting memahami masalah saat diajak berdiskusi. "Kami, sih, dengan siapa saja diskusi, berdebat mau dialog, kami enggak ada masalah yang penting nyambung," ujar Fadli di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/8).

3 dari 4 halaman

Adian Napitupulu sebut Prabowo tak bayar angkot

Adian Napitupulu. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Dalam sebuah acara di stasiun tv swasta, politikus PDIP Adian Napitupulu, mengatakan sebagai bakal calon presiden Prabowo Subianto tidak bisa memberikan contoh baik kepada rakyat. Hal ini terlihat ketika Prabowo melakukan deklarasi sebagai capres ratusan angkot tidak dibayar.

"Saat deklarasi maju presiden aja, ratusan angkot enggak dibayar. Lalu contoh apa yang mau diberikan pada rakyat. Kalau dia menang mungkin banyak lagi yang enggak dibayar," kata Adian di hadapan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade, beberapa waktu lalu.

4 dari 4 halaman

Wasekjen Gerindra bantah angkot tak dibayar

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade. ©2018 Merdeka.com/Muhammad Genantan Saputra

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade, dengan tegas membantah pernyataan politikus PDIP Adian Napitupulu yang menyatakan jika Prabowo Subianto tidak membayar ratusan angkot saat deklarasi presiden. Andre mengatakan keesokan harinya, ratusan angkot telah dibayar.

"Saya ingin klarifikasi angkot pasti kita bayar. Tadi malam angkot didata dan tadi pagi angkot dibayar," katanya dalam sebuah acara di stasiun tv swasta, beberapa waktu lalu.

Menurut Andre, Prabowo adalah bakal calon presiden 2019 yang dinanti oleh rakyat. Sebab, selama ini Jokowi tidak menepati janji-janji yang digaungkan semasa kampanye dulu. "Rakyat semakin cerdas, rakyat bisa melihat ternyata janji-janji manis Jokowi belum pernah dilaksanakan," katanya. [has]

Baca juga:
Aher sempat berharap jadi cawapres Prabowo
Alasan JK lebih pilih jadi ketua dewan penasihat Jokowi-Ma'ruf Amin
Demokrat bela Andi Arief soal tudingan mahar Sandiaga Rp 500 M, tak akan beri sanksi
Ini alasan Prabowo-Sandi bidik suara emak-emak
Soekarwo tidak pernah berniat mundur dari Demokrat

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini