Ada Putusan MA, Gerindra Tegaskan Pemenang Pilpres 2019 Tetap Jokowi

Rabu, 8 Juli 2020 08:52 Reporter : Merdeka
Ada Putusan MA, Gerindra Tegaskan Pemenang Pilpres 2019 Tetap Jokowi Jokowi dan prabowo di istana. ©2016 merdeka.com/rizky erzi andwika

Merdeka.com - Jubir Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan perlu kehati-hatian menyikapi Keputusan MA terkait Pasal 3 ayat (7) PKPU Nomor 5 Tahun 2019.

"Sejarah membuktikan bahwa kesalahan informasi adalah racun yang sangat berbahaya," kata Habiburokhman dalam keterangan, Rabu (8/7).

Anggota Komisi Hukum DPR RI itu menegaskan, keputusan tersebut tak pengaruhi keabsahan hasil Pilpres 2019. Meskipun saat itu, Ketum Gerindra Prabowo Subianto yang bertarung.

Habiburokhman tetap mengakui kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

"Putusan MA tersebut memang ada, tapi sama sekali tidak berpengaruh dengan hasil Pilpres," jelas Habiburokhman.

Dia menjelaskan, dalam Pasal 6A UUD 1945 dan dalam UU Pemilu diatur bahwa Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang mendapatkan suara lebih dari 50 persen dari jumlah suara dalam pemilihan umum dengan sedikitnya 20 persen suara di setiap provinsi yang tersebar di lebih dari setengah jumlah provinsi di Indonesia, dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden.

Dia menyebut, harus ada pengecekan hasil Pilpres apakah sudah terpenuhi syarat 20 : 50 itu. Secara nasional, lanjutnya, Jokowi - Ma’ruf menang dengan 55,50% berbanding dengan Prabowo- Sandi yang memperoleh 44, 50 %. Lebih detail Jokowi menang di 21 Provinsi dan Prabowo-Sandi unggul di 13 Provinsi.

"Sebagaimana diatur Pasal 3 ayat (1) PKPU Nomor 5 Tahun 2019, UUD 1945 dan UU Pemilu juga terpenuhi. Jadi jelas tidak ada relevansi Putusan MA Nomor 44 P/HUM/2019 dengan batalnya hasil Pilpres," terangnya.

1 dari 1 halaman

Habiburokhman curiga ada berbagai pihak yang sengaja menyebarkan wacana pembatalan hasil Pilpres.

"Saya curiga ada pihak-pihak yang secara sistematis sengaja menyebarkan narasi batalnya hasil Pilpres dengan Putusan MA dengan tujuan memecah konsentrasi rakyat. Rakyat dipasok info palsu tersebut agar persoalan-persoalan besar luput dari perhatian," tandasnya.

Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan alasan putusan MA tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih, baru keluar belakangan.

"Catatannya kenapa baru dikeluarkan sekarang keputusannya?" kata Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera di Jakarta, Selasa (7/7).

Mardani pun meminta KPU menindaklanjuti keputusan MA tersebut. "Apresiasi pada MA yang bekerja profesional. KPU perlu menindaklanjuti keputusan MA untuk perbaikan ke depan," ucapnya.

Melihat keputusan MA tersebut, Mardani menilai hasil Pemilu 2019 yang dimenangkan oleh Joko Widodo dan Ma'ruf Amin perlu dikaji kembali.

"Terkait keabsahan hasil pemilu, dampak keputusan ini masih perlu kajian lanjutan. PKS akan terus mendorong semua pihak berpegang pada ketentuan perundang-undangan," terangnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Baca juga:
Yusril: Menang Tidaknya Jokowi Pilpres 2019 Telah Diputus MK, MA Tak Punya Wewenang
Pakar Hukum: Putusan MA Tak Pengaruhi Kemenangan Jokowi di Pilpres 2019
MA Kabulkan Gugatan Rachmawati Soal Peraturan KPU Tentang Penetapan Presiden Terpilih
Curhat Kocak Sri Mulyani Sering Sakit Perut Saat Kampanye Pilpres 2019
LSI: Persepsi Pemilih Prabowo China Berpengaruh di Pilpres, Pendukung Jokowi Sebut AS
Pilpres dan Perang Dagang Bikin Saham Pool Advista Finance Merosot di 2019

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini