92 Pengurus DPC Hanura Ogan Ilir Mundur Karena Habis Masa Jabatan

Rabu, 29 Juli 2020 19:21 Reporter : Irwanto
92 Pengurus DPC Hanura Ogan Ilir Mundur Karena Habis Masa Jabatan Penutupan sekretariat DPC Hanura Ogan Ilir. ©2020 Merdeka.com/Irwanto

Merdeka.com - Mundurnya 92 pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Ogan Ilir, disambut dingin Ketua DPD Partai Hanura Sumatera Selatan Ahmad Al Azhar. Menurut dia, mereka mundur karena masa kepengurusan sudah habis.

"Mereka mundur karena masa kepengurusan DPC habis, itu satu pengurus satu kelompok," ungkap Ahmad, Rabu (29/7).

Menurutnya, sikap kader itu tidak sama sekali terkait calon yang bakal diusung pada pilkada Ogan Ilir Desember 2020. Sebab, hingga saat ini DPP Partai Hanura belum mengeluarkan surat rekomendasi penunjukan calon bupati dan calon wakil bupati.

"Kalau mereka mundur karena dukungan calon, tidak ada, tidak benar. Karena DPP belum mengeluarkan rekomendasi," ujarnya.

Dia membantah terjadi perbedaan pendapat antara DPC Ogan Ilir, DPD Sumsel, maupun DPP Partai Hanura terkait rekomendasi calon. Menurut dia, DPP akan mempertimbangkan usulan DPC terhadap seorang calon karena mengetahui kondisi di daerah.

"DPP pasti mengikuti aspirasi DPC, tapi sejauh ini Hanura belum mengeluarkan rekomendasi, apakah kepada petahana atau calon baru, semuanya tengah dibahas," kata dia.

Meski mayoritas pengurus DPC Hanura Ogan Ilir, Ahmad mengaku tak mempengaruhi keberlangsungan partai. Menurut dia, kader Hanura di kabupaten itu cukup banyak sehingga akan mudah mencari kepengurusan yang baru.

"Tidak boleh ada kekosongan kepengurusan, kader kita di sana banyak, jadi pengurus mundur tidak pengaruh," pungkasnya.

1 dari 1 halaman

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 92 pengurus DPC Partai Hanura Ogan Ilir, menyatakan mundur sebagai bentuk kekecewaan terhadap DPP yang memberikan rekomendasi kepads Ilyas Panji Alam sebagai calon Bupati Ogan Ilir pada pilkada Desember 2020.

Mantan Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Hanura Ogan Ilir Ahmad Maulidin mengungkapkan, keputusan mundur dilakukan secara pernyataan sikap bersama yang dipimpin langsung Ketua DPC Hanura Ogan Ilir Sobli Rozali pagi tadi. Dari 94 kepengurusan hanya dua orang yang bertahan karena duduk sebagai anggota DPRD Ogan Ilir.

"Kami menyatakan mundur dari kepengurusan DPC Hanura Ogan Ilir mulai hari ini, totalnya ada 92 orang dari 94 kepengurusan. Kami kecewa dengan keputusan DPP," ungkap Maulidin saat dihubungi merdeka.com, Rabu (29/7).

Menurut dia, keputusan DPP Hanura bertolak belakang dengan aspirasi kader yang memilih AW Noviadi sebagai calon Bupati Ogan Ilir. Dia menilai putra Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya itu lebih pantas dan memiliki elektabilitas tinggi sehingga diyakini dapat memenangi pilkada ketimbang Ilyas Panji Alam yang notabene bupati petahana.

"Surat keputusan DPP memang belum kami terima, tapi ada bocoran dari DPD Hanura Sumsel yang menyebut bupati petahana yang bakal mengantongi rekomendasi partai. Keputusan itu berseberangan dengan aspirasi akar rumput," kata dia.

Dengan mundurnya hampir seluruh kepengurusan, sekretariat DPC Hanura Ogan Ilir di Indralaya termasuk juga atribut partai dicopot dan tidak difungsikan lagi. Mantan pengurus Hanura akan fokus menjadi tim pemenangan AW Noviadi dalam pilkada nanti.

"Semuanya kami serahkan kepada DPP, bukan ranah kami lagi. Kami hanya ingin memenangkan AW Noviadi," pungkasnya.

[fik]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini