5 Wilayah Jadi 'Pertempuran' Berat Jokowi dan Prabowo

Jumat, 8 Februari 2019 06:30 Reporter : Syifa Hanifah
5 Wilayah Jadi 'Pertempuran' Berat Jokowi dan Prabowo Vertikal Jokowi-Prabowo. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Tensi politik semakin hangat jelang dua bulan Pilpres 2019. Dua pasangan yakni Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin agresif melakukan kampanye ke wilayah-wilayah yang menjadi lumbung suara lawan.

Pertarungan untuk merebut hati pemilih menjadi lebih berat, terlebih suara pemilih di wilayah tersebut bisa menjadi penentu kemenangan baik untuk Jokowi-Ma'ruf atau Prabowo-Sandiaga Uno.

Berikut ini wilayah yang menjadi 'pertempuran' berat bagi kedua kubu baik Jokowi dan Prabowo Subianto:

1 dari 5 halaman

Jawa Barat

Pawai Deklarasi Kampanye Damai. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Suara pemilih di Jawa Barat bisa menjadi salah satu penentu kemenangan dalam Pilpres 2019, karena jumlah penduduk Jabar terbesar di Indonesia. Ini membuat dua paslon Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga ramai-ramai merebut hati pemilih di Jabar.

Jika melihat peta politik Pilpres 2014, Jawa Barat merupakan lumbung suara Prabowo. Prabowo menang telak dari Jokowi dengan perolehan suara 14.167.381 atau 59,78 persen. Sedangkan Jokowi hanya mendapatkan 9.530.315 suara atau 40,22 persen.

Kubu Jokowi tak tinggal diam, dengan menggerakkan semua mesin politik koalisinya dan relawan untuk bergerak memenangkan Jokowi-Ma'ruf. Salah satunya PDIP melakukan safari politik ke lima kabupaten di Jawa Barat. Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya mengusung misi agar Jabar tidak lagi menjadi lumbung suara Prabowo Subianto seperti 2014.

"Sehingga kandang Pak Prabowo di Jawa Barat bergeser menjadi kandang Pak Jokowi dan Kiai Haji Ma'ruf Amin itu yang kami pastikan," kata Hasto.

Sementara kubu Prabowo-Sandi tak khawatir suara pemilih beralih memilih Jokowi. Wakil Ketua BPD Prabowo-Sandi Jabar Abdul Hadi Wijaya, mengatakan koalisinya solid untuk memenangkan Prabowo. Terlebih masyarakat yang memilih golput pada Pilpres 2014 lalu tertarik mendukung Prabowo. "Yang golput itu sebagian besar yang kecewa dengan kondisi saat ini dan mulai mendukung Prabowo-Sandi," kata Hadi.

2 dari 5 halaman

Jawa Tengah

Pawai Deklarasi Kampanye Damai. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S. Nugroho

Jawa Tengah juga menjadi daerah yang ditargetkan dapat meraup suara pemilih terbanyak untuk Jokowi dan Prabowo. Jika dilihat dari Pilpres 2014 suara Prabowo kalah telak dari Jokowi. Prabowo hanya memperoleh 6.485.720 suara atau 33,35 persen sedangkan Jokowi menang dengan 12.959.540 suara atau 66,65 persen suara.

Walau Prabowo tahu jika Jateng menjadi 'kandang banteng' dengan kata lain lumbung suara Jokowi tak membuat kubu Prabowo takut. Kubu Prabowo sampai mendirikan kantor pusat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga, di Jalan Letjen Suprapto 53 A, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Ferry Juliantono mengatakan, Jawa Tengah saat ini bukan kandang banteng atau basis masa PDIP lagi. Hal tersebut terbukti saat pelaksanaan Pilgub Jateng beberapa waktu lalu, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah perolehan suaranya tidak berselisih jauh dengan Ganjar-Yasin. Bukan hanya itu, Prabowo dijadwalkan akan berkampanye di Jawa Tengah pada Sabtu, 9 Februari 2019 mendatang.

Sementara itu, kubu Jokowi sama sekali tidak terusik dengan lawan berkampanye di Jateng. "Sangat yakin. Banteng tak kenal menyerah. Itu sebabnya ada slogan 'biar gepeng tetap Banteng'," kata Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno saat pada merdeka.com, Kamis (7/2).

3 dari 5 halaman

Jawa Timur

Vertikal Jokowi-Prabowo. ©2019 Merdeka.com

Jawa Timur menjadi wilayah terpenting di pulau Jawa. Jatim adalah salah satu wilayah yang memiliki penduduk terbanyak. Dan di Jatim pada Pilpres 2014 lalu dimenangkan oleh Jokowi. Prabowo-Hatta: 10.277.088 suara atau 46,83 persen, Jokowi-JK: 11.669.313 (53,17 persen)

Tim Prabowo ingin pada Pilpres 2019 nanti wilayah basis Jokowi itu direbut. Prabowo ingin menang di Jatim. Salah satu caranya adalah dengan merangkul para kiai dan ulama di Jatim. Bagaimanapun peran kiai dan ulama di Jatim sangat vital.

Akhir November 2018, sejumlah kiai dan ulama keturunan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) memberikan dukungannya ke Prabowo-Sandiaga. Mereka datang ke kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara IV Jakarta dari Jawa Timur untuk mendeklarasikan dukungannya.

Prabowo-Sandi berserta partai koalisinya juga aktif berkampanye ke Jawa Timur untuk meraih kemenangan dalam Pilpres 2019.

4 dari 5 halaman

Sumatera Barat

Maruf Amin di Bandara Minangkabau. ©2019 Merdeka.com

Pilpres 2014 lalu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla kalah telak dari pasangan Prabowo-Hatta di Sumatera Barat. Pasangan Jokowi-JK tercatat hanya meraup suara 539.308 atau 23,08 persen, dibandingkan Prabowo-Hatta 1.797.505 suara atau 76,93 persen.

Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin mulai bergerak untuk mendulang suara di Sumatera Barat. Calon Wakil Presiden Nomor 01 Ma'ruf Amin, memulai kunjungannya ke provinsi Sumatera Barat pada Kamis 7 Februari.

Ma'ruf menegaskan, kehadirannya ke Sumbar, tentu ingin mendulang suara. Di mana pada Pilpres 2014 lalu, Jokowi kalah di 'Markas Prabowo'. Dia meyakini, bahwa kondisi di Sumbar sekarang berbeda dengan Pilpres 2014 lalu.

"Tentu kita ingin meraih suara yang besar. Pokoknya bisa menanglah di Sumatera Barat. Menangnya berapa itu soal lain. Lebih besar lebih bagus. Targetnya menang di Sumatera Barat, yang dulu Pak Jokowi memang kalah. Tapi hari ini sudah berubah. Karena itu 2019 ini, Jokowi-Ma'ruf Amin harus menang," ucap Ma'ruf di BIM, Padang Pariaman, Sumbar, Kamis (7/2).

5 dari 5 halaman

Papua

Penasihat Kepala Suku Papua Barat dukung Prabowo-Sandi. ©2019 Merdeka.com

Dari hasil Pemilihan Presiden 2014 lalu, suara Prabowo di Papua kalah telak dari rivalnya. Jokowi meraup 2.026.735 suara atau 72,49 persen dari total pemilih 2.795.869. Sementara Prabowo-Hatta meraih 769.134 suara atau 27,51 persen dari total suara sah.

Dukungan untuk Prabowo-Sandi dari rakyat papua terus mengalir. Pada Kamis (31/1) lalu, penasihat tujuh Kepala Suku dari wilayah Papua Barat yakni Kabupaten Teluk Bintuni dan Ketua Relawan Batu Api Kabupaten Fak Fak, Papua Barat mendatangi media center Prabowo-Sandi di Jakarta dan bertemu langsung dengan Sandi.

Tujuh Kepala Suku tersebut mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019. Mereka berpesan kepada Prabowo dan Sandi supaya amanah jika terpilih menjadi presiden dan wakil presiden 2019 mendatang.

"Memang kami adalah timnya wong cilik. Tapi kami adalah timnya masyarakat Kaki Abu. Kami datang untuk menyampaikan kepada bapak, bahwa kami siap mendukung bapak dan Pak Prabowo sebagai capres dan cawapres, dan kami siap untuk tekad bulat memenangkan," ujar Ketua Relawan Batu Api, Yusuf Patiran kepada Sandiaga Uno. [has]

Baca juga:
Temuan-Temuan Mengejutkan Lembaga Survei Jokowi vs Prabowo
Survei Populi: Pemilih Loyal Jokowi dan Prabowo Sama-sama Meningkat
Jawab Tantangan Jokowi, Gerindra Beberkan Bukti Anggaran Negara Bocor
TKN Klaim Elektabilitas Jokowi Naik Karena Tidak Joget Saat Debat
Peneliti SMRC Nilai Prabowo Ingin Lepaskan Stigma Kekuatan Orde Baru
Sekjen PDIP Sebut Fadli Zon Contoh Degradasi Kepemimpinan yang Luar Biasa

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini