5 Partai dukung Jokowi, Ketum PPP sebut sulit terbentuk poros ketiga

Kamis, 8 Maret 2018 14:28 Reporter : Ahda Bayhaqi
PPP Romy Dukung Baln Gub Maluku Utara. ©2017 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Ketua Umum PPP Romahurmuziy menolak wacana poros ketiga Pilpres 2019. Menurut dia, sulit terbentuk poros di luar pendukung pemerintah dan poros Gerindra lantaran 55 persen kursi telah dipegang Joko Widodo.

"Poros ke tiga hari ini sulit terbentuk, mengingat 5 (partai politik) sudah pasti ke Pak Jokowi. 5 Partai sudah mendeklarasikan. 5 ini mewakili 55 persen kursi," ujarnya kepada wartawan di kampus IPDN, Jatinangor, Jawa Barat, Kamis (8/3).

Romi menyebut Demokrat menjadi penentu terbentuknya koalisi. Skenario poros ketiga hanya akan terjadi jika Demokrat membuat poros baru.

"Kalau harus membuat poros tengah 20 persen bandulnya ada di partai Demokrat, karena Gerindra sudah membangun poros sendiri," ucapnya.

Romi pesimis bakal terjadi melihat dinamika saat ini. Demokrat, menurut dia, tidak menunjukkan bakal membangun poros sendiri. Terutama gelagat, Agus Harimurti Yudhoyono belakangan, lebih memberikan sinyal merapat ke Jokowi.

"Karena dalam politik ini kan ada tanda tanda tanda, nah tanda tandanya tidak menunjukkan kemungkinan poros itu akan terwujud," imbuhnya.

PPP sendiri tetap tidak akan keluar dari koalisi. Romi mengaku telah memanaskan mesin untuk menggalang kemenangan untuk Jokowi. Dia memprediksi pertarungan Pilpres 2014 lalu akan terulang.

"Hanya akan dua pasangan, dan besar kemungkinan mengulang final 2014 kemarin," tandasnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKB Lukman Edy mengatakan partai basis Islam akan menjajaki poros baru untuk menghadapi Pilpres 2019. Partai-partai yang disinyalir bakal ikut adalah PKB, PAN, dan PKS.

PAN sendiri telah menyatakan tak merapat ke koalisi pemerintahan. Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengatakan masih terbuka peluang poros baru di luar koalisi Jokowi dan Prabowo. PAN memberikan sinyal tak harus mengikuti Prabowo dan memungkinkan membentuk poros baru. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini