4 Pengakuan JASMEV, pasukan Jokowi di media sosial

Jumat, 28 Maret 2014 08:17 Reporter : Iqbal Fadil
4 Pengakuan JASMEV, pasukan Jokowi di media sosial Koordinator JASMEV Kartika Djoemadi. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo resmi diberikan mandat untuk menjadi calon presiden oleh PDIP, relawan pendukung Jokowi menghimpun diri lagi. Jika dulu mendukung Jokowi - Ahok , kini mereka mendukung Jokowi , siapapun calon wakil presidennya.

Jokowi Advanced Social Media Volunteers (JASMEV2014) yang artinya relawan Jokowi tingkat lanjut di media sosial yang mendukung pencapresan Jokowi secara resmi diaktifkan. Ribuan relawan yang tergabung akan mengampanyekan Jokowi sebagai capres.

Apa saja yang telah dan akan dilakukan JASMEV? Berikut pengakuannya seperti dituturkan Koordinator JASMEV2014 Kartika Djoemadi saat launching wadah relawan media sosial Jokowi 'JASMEV' di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (27/3):

1 dari 4 halaman

Klaim punya ribuan relawan

Jasmev 2014. ?2014 merdeka.com/henny rachma sari

Saat dibubarkan pada 4 November 2012, relawan JASMEV mencapai jumlah hingga 10.000 orang. "Awalnya anggota JASMEV ada sekitar 10 ribu pengguna sosial dari berbagai daerah. Bahkan ada juga yang di Belanda dan Singapura. Di seluruh Indonesia juga ada," kata Kartika Djoemadi.

"Banyak relawan Jasmev yang meminta gerakan ini diaktifkan kembali untuk mendukung Pak Jokowi sebagai Capres," ujar Kartik.

2 dari 4 halaman

Bekerja gratisan

Jasmev 2014. ?2014 merdeka.com/henny rachma sari

Kartika membantah jika para relawan JASMEV dibayar untuk mengampanyekan Jokowi. Mereka secara mandiri mengumpulkan dana untuk kegiatan JASMEV.

"Ini wadah virtual. Enggak dibayar. Dana patungan dari para relawan."

"Kita tanya dananya gimana Pak? Pak Jokowi jawab dari kalian. Masak saya lagi," tuturnya seraya menirukan ucapan Jokowi.

Kartika pun menjelaskan makna perkataan 'saya lagi' yang dilontarkan mantan Walikota Solo tersebut. "Maksudnya saya lagi itu, Pak Jokowi kan udah keluar dana untuk kampanye. Bolak balik Jakarta-Solo. Jadi untuk tim sosmed ini dana dari relawan. Ya kita patungan aja. Para relawan juga sedia kok mengeluarkan uang patungan," paparnya.

"Kita sendiri yang mengatur mulai dari pembuatan website, rekrut relawan sampai acara kopi darat," pungkasnya.

3 dari 4 halaman

Relawan JASMEV bukan tukang komentar berita

Jasmev 2014. ?2014 merdeka.com/henny rachma sari

Relawan JASMEV bekerja membuat tulisan, serial tweet atau kultwit yang berisi dukungan terhadap Jokowi. "Justru kalau yang suka komen (komentar mendukung) di media online itu bukan anggota (JASMEV)," ucap Kartika.

Dia menjelaskan, rutinitas yang biasa dilakoni anggota JASMEV di media sosial berupa membuat tulisan atau blog. "Kalau anggota (JASMEV) itu biasanya bikin kultwit. Atau bikin tulisan buat yang punya blog dan diamplifikasi. Ada juga yang buat video tentang Pak Jokowi," paparnya.

4 dari 4 halaman

Berkampanye santun

Jasmev 2014. ?2014 merdeka.com/henny rachma sari

Kartika mengatakan, JASMEV secara intensif terus mengingatkan semua relawan pendukung Jokowi untuk berkampanye dengan santun di media sosial. Bahkan secara berkala JASMEV mengadakan pelatihan untuk para relawan tersebut.

Materi yang diberikan selalu menjelaskan pentingnya relawan JASMEV untuk tetap bersabar dan tidak menyerang lawan politik lain di media sosial.

"Pak Jokowi adalah figur yang santun, yang tidak suka menyerang lawan politiknya, jika berdebat pun hanya dalam konteks ide dan gagasan bukan personal. Kalau orang lain mengkritik atau bahkan memfitnah beliau, tidak pernah beliau membalas."

"Demikian juga dengan kami dalam gerakan JASMEV2014 ini. Kami selalu mengikuti karakter Pak Jokowi, sebagai pemimpin. Dalam setiap kampanye, pasti ada provokasi dari pihak-pihak yang ingin menjatuhkan Pak Jokowi dan melemahkan integritas para relawan. Itu biasa dan tidak masalah bagi kami," tutur Kartika Djoemadi. [did]

Baca juga:
Pemuda PKS sebut Ahok anak bawang, cuma numpang Jokowi
Jokowi: Saya tidak mau lobi & transaksi, parlemen harus kuat
Jokowi ingin koalisi dengan rakyat, bukan politikus

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini