4 Alasan Kepemimpinan Cak Imin Sulit Goyah di PKB

Senin, 19 April 2021 19:44 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
4 Alasan Kepemimpinan Cak Imin Sulit Goyah di PKB Cak Imin. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) digoyang isu muktamar luar biasa. Namun, kepemimpinan Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dinilai sulit untuk digoyahkan.

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarak menilai, selama Cak Imin memimpin PKB, partai tersebut semakin solid dan tren perolehan suara semakin positif.



Dia menilai, ada beberapa hal yang menunjukkan tren PKB di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar semakin positif.



"Pertama, dari segi perolehan suara, sejak Pemilu 2014, posisi PKB semakin diperhitungkan. Suaranya PKB naik signifikan dibanding sebelumnya saat didera konflik," kata Zaki, dikutip dari Antara, Senin (19/4).



Dia mengatakan, tren positif itu terlihat kembali dalam survei terbaru Charta Politica beberapa waktu lalu, yaitu PKB berada dalam posisi 3 besar.



Namun dia menilai, perkembangan tersebut tidak boleh membawa PKB terlena karena situasi berjalan sangat dinamis, mudah terjadi perubahan. 

Kedua menurut Zaki, selama periode kepemimpinan Muhaimin Iskandar, PKB menjadi semakin solid dibanding masa-masa sebelumnya yang sarat konflik.

Dia menilai, beberapa potensi konflik bisa diatasi Muhaimin Iskandar, sehingga tidak meruncing dan berdampak serius.
 
"Memang tidak semua pihak terpuaskan, tapi hal ini tentunya wajar, fenomena yang terjadi di semua Parpol," ujarnya.



Ketiga, Zaki mengatakan, jika dicermati tren positif PKB memang tidak bisa dipisahkan dari strategi dan kepemimpinan Muhaimin Iskandar yang lebih kreatif.

Dia mencontohkan, pada Pemilu 2014, pria yang juga akrab disapa Gus AMI ini menggandeng musisi Ahmad Dhani dan Haji Rhoma Irama yang ternyata dampak elektoralnya luar biasa.



"Muhaimin juga cukup berhasil dalam menjaga hubungan baik dengan NU, dengan para kiai dan santri. Sekaligus pintar merangkul kaum milenial yang jumlahnya sangat besar," katanya.



Keempat menurut dia, PKB berhasil dalam memposisikan dirinya sebagai kekuatan religius yang nasionalis dengan mengintegrasikan wawasan keagamaan dan kebangsaan dan sebagai pengusung moderatisme beragama.



"Berada di titik spektrum tengah. Jika mampu dijaga secara konsisten, hal ini akan menjadi poin positif bagi PKB ke depannya yang membedakan dengan parpol-parpol lainnya," ujarnya.

Baca Selanjutnya: Muktamar Luar Biasa Bukan Solusi...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini