3 Pasang calon bupati Malang gelar kampanye damai tolak golput

Sabtu, 17 Oktober 2015 16:19 Reporter : Darmadi Sasongko
Rendra Kresna kampanye. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Tiga pasangan peserta Pilkada Kabupaten Malang mengikuti Kampanye Damai, Tolak Golput dan Tolak Politik Uang yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang. Kampanye digelar di Lapangan Desa Banjarjo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang dengan dihadiri ribuan pendukung ketiga pasangan calon.

Para calon yang didampingi massa pendukung masing-masing berkonvoi dari Kantor KPU menuju lokasi. Masing-masing menaiki kendaraan hias, dengan berbagai tema yang menjadi jargon kampanye.

Pasangan nomor urut 1, Rendra Kresna dan HM Sanusi duduk di atas mobil berhias singgasana bertulis Madep Mantep Manetep, sesuai dengan jargonnya. Sepuluh kendaraan dengan dominan warna kuning dan hijau mengikuti di belakang secara beriringan, berikut rombongan sepeda motor.

Sementara pasangan nomor 2, Dewanti Rumpoko - Masrifah Hadi duduk di atas kereta kencana yang ditarik empat ekor kuda duplikat. Kereta dan kuda tersebut dimuat di sebuah truk besar bertulis Mengangkat Derajat Kaum Perempuan.

Rombongan Dewanti - Masrifah dominan diikuti massa dominan beratribut warna merah. Pasangan dengan jargon Malang Anyar itu juga menyertakan para model cantik dengan aneka kostum aneka warna. Tampak para model dengan kostum Catwomwan, Superman serta kostum warna-warna lainnya.

Sementara pasangan nomor urus 3, Nurcholis-Muhammad Mufidz tampil dengan penuh kesederhanaan. Berbeda dengan calon lain, pasangan yang maju lewat jalur independen ini hanya menempeli kendaraan mereka dengan stiker, bahkan keduanya datang ke lokasi secara terpisah.

"Ini acara Deklarasi Pilkada Damai, yang diikuti seluruh pasangan dengan masing-masing membawa 10 kendaraan hias sebagai peserta devile," kata Santoko, Ketua Komisioner KPU Kabupaten Malang, Sabtu (17/10).

Secara subtansial, KPU ingin mengajak para calon untuk berkanpanye secara sehat. Secara umum menjadi bagian dari sosialisasi Pilkada. Lewat pawai kendaraan, para calon diberi kesepakatan berkreasi dalam konteks sosialisasi program-program mereka.

"Dalam deklarasi Kampanye Damai, kita sampai juga untuk menolak Golput dan menolak segala bentuk money politik," kata Santoso.

Selama acara ketiga calon diberi kesempatan menyampaikan komitmen mereka tentang penolakan segala bentuk praktik politik uang. Ketiga pasangan calon dengan didampingi perwakilan tokoh masyarakat membacakan deklarasi bersama-sama di atas panggung.

Pada akhir acara, ketiga pasangan calon melepaskan merpati putih sebagai simbol perdamaian. Bersamaan dilepas banner KPU bertulis Pilkada Damai 9 Desember 2 [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Serentak
  2. Malang
  3. Golput
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini