3 Lawyer muda lulusan luar negeri daftar caleg PSI

Rabu, 1 November 2017 10:36 Reporter : Mardani
3 Lawyer muda lulusan luar negeri daftar caleg PSI 3 lawyer daftar caleg PSI. Twitter @PSI_ID

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie sangat mengapresiasi keputusan tiga pengacara muda Dini Purwono, Rian Ernest, dan Surya Tjandra, mendaftarkan diri sebagai caleg PSI untuk pemilu 2019. Pendaftaran dilakukan ketiganya, Selasa (31/10) kemarin di DPP PSI, Jakarta.

"Saya merasa bangga dan terharu. Tiga advokat terbaik di negeri ini telah memutuskan terjun ke politik menjadi caleg PSI. Mereka juga alumni terbaik dari kampus hebat di dunia, dan mereka juga kompeten di bidangnya," kata Grace dalam keterangannya, Rabu (1/11).

Ketiganya merupakan lulusan universitas terkemuka di luar negeri. Surya Tjandra merupakan lulusan S3 dari Leiden, Belanda; Dini Purwono merupakan lulusan S2 dari Harvard Law School; dan Rian Ernest merupakan lulusan S2 Lee Kuan Yew School of Public Policy Singapura.

Grace percaya dengan masuknya ketiga lawyer tersebut ke dunia politik dapat membuat perubahan bagi negeri.

"Tapi berjuang dari dalam untuk perbaikan sistem akan susah kalau sendiri-sendiri, jadi harus berjemaah melakukan perbaikan," katanya.

Menurutnya, sebagai lawyer, ketiganya memiliki fokus hukum berbeda. Surya Tjandra dikenal sebagai lawyer yang banyak membantu buruh di Indonesia dan internasional. Sedangkan Rian Ernest pernah menjadi staf hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ketika menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Selain itu, Rian juga sering menjadi whistle blower ke KPK dan Bareskrim Polri untuk tindak korupsi PNS di DKI. Sementara Dini menangani masalah hukum korporasi terkait investasi dan pasar modal.

Direktur Amnesty International Indonesia dan aktivis HAM, Usman Hamid mengapresiasi keputusan Surya Tjandra terjun ke dunia politik. Menurutnya, hal itu adalah keputusan berani karena dunia politik tanah air saat ini diisi oleh banyak orang yang sulit dipercaya.

"Saya sahabat Surya barangkali sudah 20 tahun kenal sejak di LBH. Surya adalah seorang aktivis, dan lebih dari itu dia juga seorang intelektual. Keputusan politik Surya untuk masuk di dalam partai mengingatkan saya peranan kaum aktivis dan intelektual di awal-awal sejarah kemerdekaan, seperti Sutan Syahrir, Tan Malaka, Soekarno, dan Bung Hatta. Keputusan politik Surya adalah keputusan yang berani, karena situasi politik kita diisi oleh begitu banyak orang yang sulit untuk dipercaya," katanya. [dan]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Solidaritas Indonesia
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini