Yusril: Keberadaan Kemenag Konsekuensi Negara Berdasarkan Pancasila

Selasa, 26 Oktober 2021 20:00 Reporter : Merdeka
Yusril: Keberadaan Kemenag Konsekuensi Negara Berdasarkan Pancasila Yusril Ihza Mahendra. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan bahwa keberadaan Kementerian Agama (Kemenag) bukanlah hadiah bagi golongan Nahdlatul Ulama (NU) maupun umat Islam. Menurut Yusril hadirnya kementerian yang mengurusi agama di Indonesia buntut negara ini mengadopsi Pancasila sebagai dasar negara.

"Karena itulah saya mengatakan bahwa keberadaan Kementerian Agama bukanlah hadiah buat siapa-siapa. Keberadaan Kementerian Agama dengan tugas utama menangani menyelenggarakan dan memfasilitasi urusan agama itu adalah konsekuensi logis dari negara berdasarkan Pancasila," tekan Yusril melalui akun Instagram pribadinya, Selasa (26/10/2021).

Konsep bernegara seperti itu, kata Yusril adalah khas Indonesia yang berurat-berakar dari pengalaman sejarah berabad-abad lamanya. Berbeda dengan negara lain yang memilih memisahkan negara dengan agama, Indonesia berada di jalan tengah.

Yusril mencontohkan Filipina, negara itu sama sekali tidak terlibat menangani urusan agama. UUD Filipina tegas menyatakan "separation of church and state". Negara bahan dilarang mengalokasikan anggaran untuk agama apa pun.

"Di negara kita, meskipun mayoritas Muslim, Islam tidak dinyatakan sebagai agama resmi negara seperti di Malaysia. Tetapi kita bukan negara sekuler yang memisahkan urusan agama dari negara seperti Philipina. Negara bersikap proaktif mendukung terlaksananya ajaran-ajaran agama," ujar Yusril.

Negara berdasarkan Pancasila, menurut Yusril menjadikan ajaran-ajaran agama sebagai sumber motivasi dan inspirasi dalam membangun bangsa dan negara. Karena itu negara berkewajiban melayani dan memfasilitasi kepentingan umat beragama dalam melaksanakan tuntunan ajaran agamanya.

Mantan Menkumham dan Mensesneg juga menyarankan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang tempo hari menyebut Kemenag hadiah negara bagi NU, supaya berkonsentrasi menangani permasalahan keagamaan.

"Sebab itu, pertahankan dan kembangkan keberadaan Kementerian Agama sebagai salah satu ciri khas konsep bernegara kita yang berdasarkan Pancasila. Menteri Agama seyogyanya fokus menangani dan memecahkan berbagai problema keagamaan di negara kita," harapnya.

Yaqut sendiri sebelumnya telah mengklarifikasi pernyataanya perihal Kemenag hadiah bagi NU. Yaqut mengatakan bahwa pernyataannya itu guna membakar semangat serta memberikan motivasi dalam sebuah forum internal. Dia mengaku, pernyataan itu diharapkan tidak sampai keluar ke publik demi menghindari perdebatan. [ded]

Baca juga:
Menag Sudah Klarifikasi, Polemik Kemenag Hadiah untuk NU Diminta Wamenag Disudahi
Menag Yaqut Tegaskan Kemenag Milik Semua Agama, Bukan Hanya Satu Ormas
Soal Kemenag Hadiah untuk NU, Pimpinan DPR Ingatkan Menteri Yaqut Jaga Suasana
VIDEO: Kontroversi 'Kemenag Hadiah Negara Untuk NU', Ulama dan PBNU Protes Keras
Mahfud Sebut Kemenag Kompensasi bagi Kelompok Islam yang Menerima Pancasila
JK: Kemenag Bukan Hadiah untuk NU Tetapi Semua Agama dan Organisasi Keagamaan Lain

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini