Yogyakarta jadi model percontohan keberagaman untuk dunia & asia

Kamis, 3 Agustus 2017 04:40 Reporter : Purnomo Edi
Yogyakarta jadi model percontohan keberagaman untuk dunia & asia Menag di Asian Youth Day. ©2017 merdeka.com/purnomo edi

Merdeka.com - 2.000 Pemuda Katolik dari berbagai negara di Asia berkumpul di Yogyakarta dalam acara Asian Youth Day (AYD) ke 7. Para peserta AYD ini sebelumnya telah tinggal di 11 keuskupan di Indonesia sejak 30 Juli hingga 2 Agustus 2017. Sedangkan acara AYD sendiri diselenggarakan sejak 2-6 Agustus 2017 di Yogyakarta.

Acara AYD sendiri dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Syarifuddin. Sebagai penanda acara AYD dimulai, sebanyak 2.000 orang membunyikan alat permainan tradisional dari bahan bambu bernama otok-otok secara serentak selama hampir satu menit.

Ditemui seusai acara, Lukman mengatakan bahwa dirinya merasa bersyukur karena Indonesia mendapatkan kepercayaan menjadi tuan rumah acara AYD yang diikuti oleh perwakilan anak muda dari 22 negara di Asia. Menurut Lukman, berkumpulnya anak muda di Yogyakarta dari berbagai negara ini bisa digunakan sebagai ajang untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan keberagaman.

"Keberagaman sesuatu yang niscaya di dunia ini yang semua tidak bisa diingkari dan harus disikapi dengan penuh kearifan. Melakui acara seperti ini anak muda belajar memahami keragaman dan menyikapinya penuh kearifan," papar Lukman di Jogja Expo center, Rabu (2/8) malam.

Lukman menuturkan bahwa bertemunya anak muda dari lintas negara, suku dan agama ini diharapkan bisa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keberagaman, sambung, Lukman, penting bagi Indonesia.

"Ini penting bisa diterapkan di seluruh masyarakat Indonesia. Apapun agamanya agar kehidupan kebangsaan kita semakin membaik di masa depan. Di sini ada candi Borobudur umat Budha melaksanakan ibadahnya dan juga candi Prambanan umat Hindu melaksanakan ibadahnya yang dijaga masyarakat sekitar yang beragama Islam. Ini contoh etnis budaya kehidupan yang beragam Indonesia bisa menjadi model untuk dunia dan asia," urai Lukman.

Lukman menegaskan bahwa keberagaman merupakan alat pemersatu bangsa Indonesia. Keberagaman, sambung Lukman, bukanlah penyebab perpecahan di Indonesia.

"Spirit agama hadir justru untuk bagaimana agar kemajemukan dan keragaman menjadi pemersatu. Kita ambil nilai positif kemanfaatannya," pungkas Lukman. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini