Yasonna tolak argumen Hamdan Zoelva yang ingin naikkan posisi KPK

Minggu, 5 April 2015 19:33 Reporter : Ronald
Yasonna tolak argumen Hamdan Zoelva yang ingin naikkan posisi KPK Yasonna Hamonangan Laoly. ©dpr.go.id

Merdeka.com - Kisruh antara Polri dan KPK masih menjadi topik hangat di kalangan petinggi negara. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva memandang campur tangan oleh Presiden Joko Widodo saat itu sudah tepat.

"Masalah KPK-Polri yang saat ini seharusnya presiden harus turun tangan menanganinya. Seluruh lembaga memang sudah diatur oleh undang-undang, tapi leader-nya adalah presiden" Hamdan Zoelvan Kantor RMP, Jalan Cik Ditiro Nomor 10 Menteng, Jakarta Pusat (5/4)

Ke depannya, menurut Hamdan Zoelva, posisi KPK harus mendapat perhatian. Bahkan jika perlu, posisi KPK dapat dipertimbangkan untuk lebih tinggi daripada Polri.

"Kasih kewenangan sama KPK sepenuhnya. Lembaga berlomba-lomba untuk menyelesaikan masalah korupsi, jalan keluarnya KPK ini diposisikan sedikit lebih tinggi dari kepolisian" tambahnya.

Berbeda dari Hamdan, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly justru mengkritik kedudukan KPK sekarang ini. Menurut dia, sesama penegak hukum harus berjalan beriringan.

"Konsolidasi kenegaraan harus berpijak pada Pancasila. Setiap masing-masing lembaga negara harus berjalan dengan bersama-sama untuk tujuan yang sama" ungkapnya di tempat yang sama.

Bahkan dia menuding KPK sebagai lembaga penegak hukum yang terlalu mendominasi. "Soal KPK Polri ini bukan sekali. Ini ada yang terlalu too powerful karena frustasi masyarakat terhadap korupsi yang dahsyat, harus diimbangi keadaannya itu.

Oleh karena itu, perlu kontrol terhadap lembaga antirasuah ini. "Kita juga suami kalau tidak dikontrol sama istri itu gawat" tutupnya. [rep]

Topik berita Terkait:
  1. KPK Vs Polri
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini