Yasonna Perintahkan Napi Wanita Biang Kerusuhan Rutan Siak Dipindah ke Nusakambangan

Senin, 13 Mei 2019 15:55 Reporter : Abdullah Sani
Yasonna Perintahkan Napi Wanita Biang Kerusuhan Rutan Siak Dipindah ke Nusakambangan Menteri Yasonna cek kondisi Rutan Siak. ©2019 Merdeka.com/Abdullah Sani

Merdeka.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly tampak emosi melihat kondisi Rumah Tahanan Klas IIB Siak yang ludes terbakar akibat kerusuhan para narapidana. Yasonna memerintahkan anggotanya, agar mengirim napi yang menjadi penyebab kerusuhan di Rutan Siak dikirim ke Nusakambangan.

"Tidak ada toleransi untuk peredaran narkoba. Kami sudah bekerja sama dengan BNN untuk melihat orang-orang yang potensial bandar, nanti akan kita kirim ke Nusakambangan," kata Yasonna usai mengecek kondisi Rutan Siak, Senin (13/5).

Yasonna sudah mendapat informasi seorang napi wanita yang terjerat kasus narkoba diduga menjadi biang kerok kerusuhan Rutan Siak. Yasonna memerintahkan agar napi itu diproses hukum dan dihukum lebih berat.

"Saya juga meminta itu perempuan yang kemarin kirim saja ke Nusakambangan," kata Yasonna.

Sebab, keributan ini berawal dari penangkapan narapidana perempuan yang terlibat kasus narkoba di Rutan Siak, akhirnya berujung kerusuhan dan pembakaran.

Yasonna menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap penyebaran narkoba baik di dalam rutan dan lapas maupun di luar. Selain itu, Yasonna meminta agar napi kasus narkoba dipindahkan ke lapas khusus pengedar narkoba agar penanganan terhadap pengedar kasus tersebut lebih serius dan maksimal.

"Bandar-bandar narkoba di sini harus kita pindahkan. Seperti yang saya katakan beberapa waktu lalu, memang kita harus pindahkan ke lapas khusus supermaksimum untuk para bandar ini," ucap Yasonna.

Yasonna juga berharap agar kepolisian di Riau untuk segera menangkap sembilan narapidana yang masih berkeliaran. Para napi itu juga diusulkan agar diberi hukuman yang lebih berat.

"Saya meminta kepada pak Kapolres Siak (AKBP Ahmad David) untuk segera menangkap napi yang kabur kembali. Untuk orang-orang yang sengaja melarikan diri ini benar-benar masuk register F (tidak diberikan remisi dan surat bebas bersyarat), di samping hukuman yang dia lakukan," pungkas Yasonna. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini