WO Pandamanda: Cemerlang di Awal, Penjara Kemudian

Rabu, 12 Februari 2020 11:14 Reporter : Fikri Faqih
WO Pandamanda: Cemerlang di Awal, Penjara Kemudian Ilustrasi penjara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Anwar Said hanya bisa tertunduk lesu dengan baju tahanan bertuliskan Polres Depok. Pemilik Wedding Organizer (WO) Pandamanda itu ditangkap lantaran diduga menipu para calon pengantin.

WO Pandamanda sudah memulai usahanya pada tahun 2012. Sebelum memiliki WO, Pandamanda hanya memiliki bisnis dekorasi. Namun seiring berjalannya waktu, Anwar menambahkan layanan dengan catering hingga akhirnya mendirikan WO.

Pada awal berdirinya, WO Pandamanda masih belum banyak mendapatkan klien. Bahkan pada akhir 2013, setiap bulan hanya ada satu hingga tiga proyek pernikahan yang digarap. Namun pada awal 2014, bisnis milik Anwar ini moncer. Banyak klien menggunakan jasanya.

Suksesnya menggaet banyak klien, membuat nama WO Pandamanda semakin besar. Iklan melalui media sosial digencarkan dengan gambaran beberapa even sebelumnya.

"Anwar tidak niat menipu sebenarnya. Kalau dia mau menipu, semua pengantin saja dia tipu dan dari awal 2012 sampai sekarang masih di penjara kalau kita berpikir secara normal," ujar sahabat Anwar yang tidak ingin disebutkan namanya, Selasa (11/2).

Dia menceritakan, Anwar memiliki kelemahan dalam pelunasan pembayaran terhadap vendor. Alhasil catering, foto wedding hingga undangan mengalami keterlambatan pembayaran. Sementara, klien telah melakukan pelunasan pembayaran.

Selain itu, Anwar dikenal kerap menganggap enteng masalah. Kadang masalah yang harusnya segera diselesaikan malah dianggap sepele. Hingga akhirnya berimbas pada bisnis WO Pandamanda.

Sahabat Anwar ini mengetahui jalannya bisnis WO Pandamanda lantaran dia menjadi bagian di dalamnya. "Awal kerja sama dia itu bagus bayarnya selama 7 bulan kurang lebih. Tapi selanjutnya sampai ke sini pembayarannya terlambat," terangnya.

Dalam sebulan, sahabat Anwar ini mengakui kerap menerima pekerjaan 5 hingga 12 projek. Sayangnya pada awal tahun 2020, kerja sama tersebut harus ditutup dengan tunggakan. Walaupun masih belum dibayar sebesar Rp 16 juta, untuk projek di Januari dan Februari, dia masih menunggu itikat baik Anwar.

Bahkan pada tahun 2013, pertikaian sempat terjadi antara dua sahabat ini. Kala itu klien merupakan anggota polisi. Karena tidak bisa mendapatkan hasil foto pernikahannya, klien menagih dan mengancam akan memenjarakan sahabat Anwar itu.

"Gara-gara itu akhirnya saya vakum dulu deh. Saya putus hubungan sekitar 7 bulanan sama dia akhirnya," ujarnya.

Anwar dikenal sosok yang royal kepada sahabatnya. Namun dia memang kerap terlambat melakukan pembayaran dan meremehkan satu masalah dalam urusan bisnis. Sekalipun itu dengan sahabatnya sendiri.

"Setiap ditagih alasannya 'nanti dulu ya mau dibuat muter dulu,' gitu mas," tutupnya.

Kini masih ada beberapa album foto pernikahan yang belum bisa diambil oleh klien. Sehingga dia meminta kepada para klien untuk dapat melakukan pembayaran agar bisa melihat album foto pernikahan mereka.

"Setelah kejadian ini, mau enggak mau pengantin harus tebus ke saya mas kalau mau ambil filenya," tutupnya.

1 dari 1 halaman

Ketua Himpunan Perusahaan Penata Acara Pernikahan (Hastana) Indonesia, Gandy Priapratama mengatakan, kasus seperti Pandamanda sebenarnya bukan yang pertama. Ini salah satunya disebabkan tidak profesionalnya pengelolaan keuangan.

Kegagalan mempersiapkan acara pernikahan biasanya dimulai saat pihak WO tidak bisa melakukan pembayaran tepat waktu terhadap vendor. Di mana akhirnya pihak vendor, baik catering maupun dekorasi, memutuskan tidak ingin mengikuti pihak WO. Dan pengantin yang telah menggunakan jasa WO tersebut menjadi korbannya.

"Sebenarnya ada beberapa kasus serupa, cuman Pandamanda aja yang mencuat ke publik. Ada beberapa WO dia nakal bukan menipu. Karena manajemen keuangan enggak rapi akhirnya uangnya terpakai, akhirnya tidak bisa bayar vendor," terangnya.

Akibat kasus Pandamanda tersebut, Gandhy mengungkapkan, banyak pengantin yang memutuskan untuk membatalkan rencana menggunakan WO. Untuk itu, dia meminta para calon pengantin lebih cermat sebelum akhirnya memutuskan menggunakan satu WO.

Seperti diketahui, Kapolres Metro Depok Komber Azis Andriansyah mengatakan, Anwar tidak melakukan pengelolaan keuangan dengan baik. Anwar menggunakan uang kliennya untuk kepentingan pribadi, bukan urusan WO Pandamanda.

"Namun tahun 2019 mulai ada pengelolaan yang tidak baik, mulai ada beberapa pembayaran dari klien digunakan bukan untuk keperluan WO tapi untuk keperluan pribadi maupun kantor, misalnya membeli mobil, membeli rumah," ungkapnya. [noe]

Baca juga:
Hari Bahagia Berubah Jadi Petaka
Telusuri Transaksi Bos WO Pandamanda, Polisi Sita Rekening dan Dokumen Keuangan
Polisi Sita Aset WO Pandamanda
Polisi Belum Bisa Pastikan Soal Pengembalian Uang Korban WO Pandamanda di Depok
Sudah 50 Calon Pengantin Korban WO Pandamanda Lapor Polisi
Cerita Korban Wedding Organizer Pandamanda Gelar Resepsi Pakai Janur Bekas
Pemilik WO Pandamanda Beli Rumah Rp1,2 M dari Uang Calon Pengantin

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pernikahan
  3. Penipuan
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini