WNI di Sydney Tak Bisa Mencoblos, Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Susulan

Selasa, 16 April 2019 16:47 Reporter : Nur Habibie
WNI di Sydney Tak Bisa Mencoblos, Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Susulan Pemungutan suara Pemilu 2019 di Sydney. ©Twitter/@juanvittoriou

Merdeka.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan pemungutan suara susulan setelah terjadi kericuhan saat pemungutan suara di Sydney, Autralia, pada Minggu (14/4) lalu. Rekomendasi itu setelah Bawaslu melakukan investigasi kabar ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang tak bisa mencoblos di negeri berjuluk kanguru tersebut.

"Memerintahkan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan pemungutan suara susulan kembali di TPS bagi pemilih yang sudah mendaftarkan dirinya tapi belum dapat hak memilihnya karena Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah di tutup Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN)," kata Anggota Bawaslu RI Fritz Edward Siregar saat konferensi pers di gedung Bawaslu, Jakarta, Selasa (16/4).

Fritz mengatakan, hasil investigasi dilakukan Bawaslu diketahui bahwa penyebab ratusan WNI tak menyalurkan hak suaranya lantaran TPS yang telah ditutup PPLN. Padahal, kata Fritz, saat itu masih banyak WNI belum mencoblos.

"Penutupan TPS dilakukan pada pukul 18.00 waktu Sydney sementara masih terdapat pemilih yang antre sehingga menyebabkan pemilih tidak dapat menyalurkan hak memilihnya," kata Fritz.

Hasil investigasi itu Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang bagi WNI yang telah mengantre dan namanya telah masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tetap Tambahan (DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK). Sebab, penutupan TPS yang dilakukan PPLN tersebut dinilai melanggar tata cara yang tercantum dalam Undang-undang Pemilu.

"Kami memerintah pemungutan suara lanjutan bagi pemilih di Sydney yang telah berada dalam antrean tetapi belum menggunakan hak pilih sesuai dengan tata cara dan undang-undang," kata Fritz.

Sebelumnya diberitakan, ratusan WNI di Sydney, Australia dikabarkan tak bisa menggunakan hak memilihnya dalam Pemilu tahun ini, ketika pemungutan suara luar negeri dilakukan di negeri Kanguru itu pada Sabtu (13/4). Salah satu yang menjadi sorotan luas adalah terhambatnya pemilih menggunakan hak suara di TPS Town Hall, Sydney.

WNI yang tak bisa menggunakan hak pilihnya ini mengajukan protes dengan keputusan Penyelenggara Pemilu Luar Negeri (PPLN) di Sydney. Mereka kemudian membuat petisi melalui situs Change.org, mendesak agar PPLN di Sydney, Australia, mengadakan Pemilu ulang. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini