WN Taiwan dideportasi karena ganggu & provokasi pertandingan Paralayang Asian Games

Kamis, 23 Agustus 2018 04:33 Reporter : Wisnoe Moerti
WN Taiwan dideportasi karena ganggu & provokasi pertandingan Paralayang Asian Games Atlet paralayang Indonesia di Asian Games. ©2018 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Elsa Mai, menggunakan identitas panitia Asian Games milik orang lain. Dia sempat mengikuti pertemuan Pra Kompetisi (technical meeting) yang dilakukan pada 18 Agustus 2018. Padahal dia bukan atlet, offisial dan perangkat pertandingan. Saat itu dia mengajukan pertanyaan yang tidak perlu dan beberapa interupsi yang mengganggu jalannya technical meeting.

Kemudian pada 20 Agustus 2018, Elsa memasuki arena pertandingan Paralayang Asian Games di Puncak Bogor. Lagi-lagi dia mengganggu jalannya pertandingan. Elsa memprovokasi setiap negara untuk tidak menerima keputusan seluruh perangkat lomba (ITO/NTO).

Setelah dilakukan pemeriksaan, diputuskan oleh Competition Manager untuk mengeluarkan Elsa dari arena kompetisi. Namun dia tetap melakukan kegaduhan dan memprovokasi seluruh negara peserta lomba paralayang. Panitia terpaksa memeriksa Elsa.

Dia mengakui kesalahan dan meminta maaf. Tapi setelah dibebaskan dan diminta keluar dari arena kompetisi, dia kembali mendatangi lokasi kompetisi Paralayang Asian Games yaitu di tempat pendaratan (Landing) pada Selasa 21 Agustus 2018. Dari hasil pemeriksaan awal ditemukan fakta bahwa Elsa menggunakan kartu identitas milik orang lain yang dipergunakan untuk memasuki tenda atlet, mengganggu ketertiban pelaksanaan kompetisi, memprovokasi negara peserta untuk tidak menerima keputusan penyelenggara kompetisi, dan dengan sengaja melawan hukum.

"Peristiwa ini jelas menyalahi aturan dan mengancam keamanan atlet, ofisial peserta lomba paralayang, dan kelancaran serta kesuksesan agenda nasional Asia Games," ujar juru bicara Ditjen Imigrasi Agung Sampirno, seperti dilansir Antara.

Tiga orang petugas penindakan dari Imigrasi Kanim Bogor menjemput Elsa pada Selasa (21/8) pukul 10.00 WIB. Petugas imigrasi membawa Elsa ke Kantor Imigrasi Bogor untuk pendalaman. "Dia ditahan di ruang Detensi Imigrasi Kanim Bogor," kata Agung.

Wahyu selaku Manager of Venue Cabang Olah Raga Paralayang Asean Games 2018, mengatakan bahwa Elsa adalah anggota federasi Paralayang China Taipei. Tetapi tidak diikutsertakan untuk Asian Games. Dia ke Indonesia dengan biaya sendiri.

"Berdasarkan hasil pendalaman oleh penyidik kemudian diambil keputusan Elsa dijatuhkan tindakan administrasi keimigrasian dan deportasi ke negara asal," kata Agung. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini