WN Asing Turut Tertimbun, Begini Kronologi Longsor di Proyek PLTA Batang Toru

Jumat, 30 April 2021 10:45 Reporter : Ya'cob Billiocta
WN Asing Turut Tertimbun, Begini Kronologi Longsor di Proyek PLTA Batang Toru Ilustrasi longsor. REUTERS

Merdeka.com - Sebanyak 70 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, aparat kecamatan dan pengawas perusahaan dikerahkan untuk proses evakuasi korban tertimbun tanah longsor di lokasi proyek pembangunan PLTA Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.

"Dari TNI ada 25 orang, Polri 25 orang, BPBD Tapsel 10 orang, Kecamatan 10 orang tambah pengawasan perusahaan," kata Communication and Extrrnal Affair Director PT Norrth Sumatera Hydro Energy (NSHE), Ir Firman Taufick, Jumat (30/4). Dikutip dari Antara.

Dijelaskan, lokasi longsor di proyek pembangunan PLTA Batang Toru Jalan R17 K4+100 Brigade 6 pada Kamis (29/4) sekira pukul 18.20 WIB bersamaan hujan sejak pukul 14.00 WIB.

Taufick menceritakan awalnya karyawan K3 Sinohydro bernama Dolan Sitompul menemani dua karyawan Sinohydro (warga asing) bernama Long Quan dan Xie ke lokasi kejadian menggunakan mobil dobel cabin.

Saat karyawan itu sedang melakukan pengecekan dan mendokumentasikan banjir lumpur setinggi 50 cm akibat guyuran hujan, tiba-tiba terjadi bencana dan menggulung mereka.

"Xie yang ada dalam mobil meloncat dan berhasil lolos dari maut setelah menyadari adanya longsor. Lalu lari menyelamatkan diri. Long Quan dan Dolan tergulung longsor," katanya.

Sesaat itu pula tanah longsor meluncur dan menyapu sebuah kedai kopi milik Anius Waruwu yang tepat berada di bawahnya. Sampai saat ini tim teknis lapangan terus melakukan pencarian terhadap korban untuk dievakuasi.

"Kami berharap proses pencarian korban bisa berjalan lancar. Pihak perusahaan akan berusaha semaksimal mungkin. Karena tadi malam tidak memungkinkan karena medannya berat. Makanya mulai pagi ini," katanya.

Berbagai peralatan pencarian korban termasuk ambulans juga disiapkan. "Posko di R 17 juga sudah didirikan. Masyarakat tidak bebas masuk ke lokasi kejadian, soalnya rawan," ujarnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Tanah Longsor
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini