Wisman Boleh ke Bali, Tempat Isolasi Disiapkan Cegah Lonjakan Kasus Covid-19

Kamis, 14 Oktober 2021 13:16 Reporter : Supriatin
Wisman Boleh ke Bali, Tempat Isolasi Disiapkan Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Gedung Graha BNPB. ©2021 Istimewa

Merdeka.com - Pemerintah mengizinkan wisatawan mancanegara (wisman) dari 19 negara masuk ke Indonesia, khususnya Bali. Masuknya wisman ini membuka peluang lonjakan kasus Covid-19 karena mobilitas meningkat.

Mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, pemerintah sudah menyediakan fasilitas isolasi terpusat maupun tempat karantina. Hal ini diungkapkan Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito.

"Ya pasti (sudah menyiapkan fasilitas isolasi terpusat maupun tempat karantina)," katanya dalam diskusi virtual yang disiarkan melalui YouTube FMB9ID_IKP, Kamis (14/10).

Menurut Wiku, pemerintah belajar dari puncak gelombang kedua pandemi Covid-19 yang terjadi pada Juli 2021. Saat kasus Covid-19 melonjak tinggi, pemerintah sudah menyediakan fasilitas isolasi terpusat di sejumlah tempat.

"(Fasilitas) itu tentunya posisinya standby pada saat sekarang kasusnya relatif rendah. Maka apabila ada apa-apa, itu adalah fasilitas yang siap. Tapi kita berharap tidak terjadi lonjakan kasus," tuturnya.

Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) ini memastikan pemerintah terus mengawasi relaksasi aktivitas wisata di Bali. Jika relaksasi menimbulkan lonjakan kasus Covid-19, pemerintah segera mengambil langkah pengetatan.

"Apabila terjadi peningkatan kasus, tentunya akan kita lakukan pengereman lagi," ujarnya.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah mulai membuka penerbangan Internasional ke Bali bagi 19 wisman, per hari ini, Kamis (14/10).

"Sesuai arahan Presiden RI, kami memberikan izin kepada 19 negara untuk bisa melakukan perjalanan menuju Bali dan Kepulauan Riau," ujar Luhut.

Adapun daftar 19 negara yang diizinkan masuk Indonesia, ialah Saudi Arabia, United Arab Emirates, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, China, India, Jepang, Korea Selatan, Liechtenstein, Italia, Perancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia.

Luhut menjelaskan, pemberian izin kepada 19 negara itu bukan tanpa alasan. Negara-negara tersebut dipilih sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) karena angka kasus terkonfirmasi Covid-19 nya berada pada level 1 dan 2, dengan angka positivity rate yang rendah. [ray]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini