Wisata Dibatasi, Tren Kasus Covid-19 di Garut Terus Menurun

Selasa, 23 Februari 2021 18:08 Reporter : Mochammad Iqbal
Wisata Dibatasi, Tren Kasus Covid-19 di Garut Terus Menurun Rapid tes antigen acak untuk wisatawan Puncak. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani menyebut bahwa saat ini angka penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut mengalami penurunan. Trend tersebut terjadi karena beberapa hal, salah satunya karena adanya pembatasan kegiatan wisata.

“Positivity rate sekarang sudah 20 sampai 10 persen dari yang asalnya 30 hingga 35 persen per hari dari yang diperiksa. Jadi sekarang di Kabupaten Garut tren Covid-19 memang turun yang cukup signifikan,” sebut Leli, Selasa (23/2).

Selain angka kasus warga yang terpapar, Leli mengungkapkan bahwa angka kematian akibat Covid-19 juga mengalami penurunan. Biasanya, pihaknya setiap hari hampir menerima laporan kematian akibat Covid-19, namun beberapa hari kebelakang laporan tersebut tidak diterimanya.

Menurunnya angka kematian akibat Covid-19, menurutnya juga sejalan dengan jumlah pasien yang disertai gejala berat yang mengalami penurunan. Ia berharap agar kondisi ini terus dijaga oleh seluruh masyarakat.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, dalam tiga hari terakhir terjadi penambahan kasus warga terkonfirmasi positif sebanyak 91 orang dari ratusan orang yang dilakukan pengujian.

Leli menjelaskan, turunnya jumlah penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut karena semakin sadarnya masyarakat akan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas).

“Terus juga kemarin itu kan kalau dilihat dari trennya, meningkat itu pasti setelah liburan gitu yah. Ketika liburan kemarin, ada peraturan tidak boleh pergi ke tempat wisata nah itu memang terasa banget signifikan memang. Jadinya menghambat mobilitas, kerumunan. Jadi (pembatasan wisata saat liburan) sangat berpengaruh,” jelasnya.

Meski angka warga yang terpapar Covid-19 mengalami penurunan, Leli memastikan bahwa angka pengujian yang dilakukan pihaknya tidak dikendorkan. Ia mengaku bahwa untuk pengujian pihaknya tetap melakukan sesuai buku pedoman yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Ia menyebut bahwa angka pengujian secara umum otomatis menurun karena angka warga yang terpapar pun menurun. ”Karena sekarang yang positifnya menurun yang kontak eratnya menurun,” sebutnya.

Selain itu, tambah Leli, untuk penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Garut saat ini didominasi oleh klaster keluarga. Menurutnya penambahan dari klaster lain nyaris tidak ada.

“Sekarang malah perkantoran agak jarang, soalnya kesadarannya sudah cukup tinggi. Kemarin juga yang positif-positif itu udah nengok saudaranya yang sakit di Jakarta, ternyata beberapa hari kemudian diketahui yang sakit positif Covid-19,” tutup Leli. [ded]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini