Wiranto Tegaskan OPM dan Benny Wenda Gagal Total Angkat Isu Papua di Sidang PBB

Senin, 30 September 2019 14:37 Reporter : Merdeka
Wiranto Tegaskan OPM dan Benny Wenda Gagal Total Angkat Isu Papua di Sidang PBB Rapat Koordinasi Keamanan Pascapemilu. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Kerusuhan di Wamena, Papua, menewaskan 33 orang. Mayoritas korban adalah pendatang. Aparat menyebut Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan kelompok Benny Wenda merupakan biang keladi dari kejadian tersebut.

Menko Polhukam mengatakan kekacauan sengaja diciptakan dengan memanfaatkan Sidang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Swiss dan Sidang Majelis Umum PBB di New York.

"Mereka (OPM) berusaha tunjukan eksistensi bergabung dengan kekuatan Benny Wenda di luar negeri. Sama-sama bangun satu kerusuhan, ekspos ke dunia luar untuk memerdekakan Papua dan Papua Barat. Konspirasi ini dihadapi kita semua," kata Wiranto di kantornya, Senin (30/9).

Upaya itu, kata Wiranto, jelas gagal karena negara luar tidak memberikan respons positif.

"Alhamdulillah usaha mereka gagal, di KTT HAM di Swiss enggak dapat perhatian. Sidang PBB sudah selesai, enggak ada negara secara khusus dengarkan aspirasi mereka yang nyata-nyata bertentangan dengan resolusi PBB," tegasnya.

Seperti diketahui, Tokoh Separatis Papua Benny Wenda mendatangi markas besar PBB di New York. Ia berniat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, guna menyuarakan isu pelanggaran HAM di Papua. Sayang, upayanya ditolak PBB.

Benny dan rombongannya tidak datang bersama perwakilan Indonesia, melainkan bergabung dengan delegasi Vanuatu. Tokoh Papua Nick Messet yang ikut dalam delegasi Indonesia menegaskan, Benny dan rombongannya tidak diizinkan masuk karena yang bersangkutan bukan warga negara Vanuatu.

"PBB membuat aturan yang ketat dan hanya mengizinkan perwakilan negara masuk dalam ruang sidang di New York," kata Messet dikutip dari Antara, Minggu (29/9). [did]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini