Wiranto: Suasana Pilkada boleh panas, asal jangan pecah belah rakyat

Jumat, 13 Oktober 2017 12:20 Reporter : Nur Habibie
Wiranto: Suasana Pilkada boleh panas, asal jangan pecah belah rakyat Wiranto konpers terkait polemik senjata. ©2017 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres), sudah sebagian Partai Politik (Parpol) yang mendaftar sebagai calon peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang. Beberapa partai tersebut seperti PSI, PDIP, Partai Hanura, Partai Nasdem, PKS dan Partai Berkarya.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengatakan, jika jelang Pemilu nanti suasana akan mulai memanas. Karena masyarakat dan Parpol yang ikut meramaikan Pemilu tersebut akan membela pilihannya itu agar menang.

"Tiap menjelang Pilkada dan menjelang Pilpres suhu naik itu sangat lumrah, karena para kontestan melakukan kampanye yang melibatkan rakyat, karena kalau rakyat sudah bergerak tentu sedikit memanas," ujar Wiranto di gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Jumat (13/10).

Kendati demikian, Wiranto meminta agar masyarakat yang ikut meramaikan pesta rakyat tersebut tak boleh berlebihan bahkan sampai menimbulkan keributan hingga terpecah belah.

"Tapi kita cegah jangan sampai melebihi batas wajar yang menimbulkan friksi kegaduhan, konflik horisontal dan itu yang harus dijaga bersama," mintanya.

Selain itu, Wiranto pun ingin agar seluruh stakeholder dan ormas lain agar bisa membantu untuk mengamankan Pemilu 2019 mendatang. "Tidak hanya Menkopolkam saja yang nanti menjaga, sehingga semua stakeholder yang mampu mengendalikan keadaan kita imbau semua, termasuk masyarakat," ujarnya.

Wiranto menegaskan, boleh saja nanti masyarakat memanas jelang Pemilu. Tapi, kalau bisa jangan sampai mengganggu keamanan nasional bahkan sampai memecah belah masyarakat lainnya.

"Memanas silahkan, karena tidak bisa dihindari. Tapi panasnya jangan sampai terpecah belah. Jadi bangsa jangan sampai menggangu keamanan nasional dan ketertiban, karena masih banyak kerjaan lain kecuali Pemilu, Pilkada dan Pilpres. Jangan sampai itu terganggu," tandasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini