Wiranto sebut tingkat kerukunan menurun akibat penggunaan simbol agama di Pilkada

Kamis, 25 Oktober 2018 15:56 Reporter : Supriatin
Wiranto sebut tingkat kerukunan menurun akibat penggunaan simbol agama di Pilkada LPSK Serahkan Kompensasi Korban Peristiwa Terorisme. ©2018 Merdeka.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Indeks Kerukunan Beragama di Tanah Air menurun 2,27 persen pada tahun 2017. Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengatakan, banyak hal yang mempengaruhi Indeks Kerukunan Beragama merosot.

Pertama, penggunaan simbol-simbol agama dalam kontestasi politik. Menurut Wiranto, penggunaan isu agama kerap memicu konflik horizontal.

"Ini karena Pilkada Serentak. Sebelum ada Pilkada Serentak enggak ada gesekan-gesekan. Tapi pada saat Pilkada Serentak, ada kecenderungan dalam kegiatan politik menggunakan agama sebagai simbol-simbol kontestasi," kata Wiranto dalam konfrensi pers 4 Tahun Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis (25/10).

Selain itu, lanjut dia, menurunnya Indeks Kerukunan Beragama diakibatkan penyebaran hoaks. Wiranto menyadari penyebaran hoaks belakangan ini sangat masif.

"Dulu ancaman tradisional kita dari negara lain. Tapi sekarang diganti ancaman baru yang lebih dahsyat, yang tak terlihat, yang massal, yang masif, enggak terlihat tapi menghancurkan betul yaitu hoaks," ujarnya.

Mantan Pangab ini menyebut, sepanjang 2018 ada 324 kasus hate speech atau ujaran kebencian yang ditangani penegak hukum. Dari total tersebut, 152 kasus di antaranya sudah diselesaikan.

Sementara hoaks tercatat sebanyak 53 kasus. 30 Kasus di antaranya sudah dapat diselesaikan.

Berdasarkan hasil survei Badan Penelitian Pengembangan dan Pendidikan Pelatihan Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Beragama tahun 2017 hanya berada pada angka 72,2 persen. Angka tersebut menurun dari tahun 2016 yang bertengger pada 75,47 persen. Sementara pada tahun 2015 Indeks Kerukunan Beragama mencapai 75,36 persen. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini