Wiranto sebut tak cuma Indonesia, 20 negara lain juga tolak HTI

Jumat, 12 Mei 2017 16:08 Reporter : Sania Mashabi
Hizbut Tahrir Indonesia konpers. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pemerintah mengusulkan pembubaran organisasi masyarakat (ormas) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) karena dianggap anti-Pancasila dan bisa mengancam kedaulatan negara lantaran terus menerus menyerukan khilafah. Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, tidak hanya Indoensia yang menentang HTI. Setidaknya ada 20 negara dengan penduduk mayoritas Islam yang juga melarang ormas berideologi khilafah.

"Ada 20 negara yang melarang khilafah ini. Turki, Arab Saudi, Mesir, Yordania, Malaysia. Mereka sudah terlebih dahulu melarang kegiatan HTI," kata Wiranto, di Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jumat (12/5).

Dia menegaskan, ormas dengan ideologi khilafah ini dapat membahayakan kedaulatan negara. Karena idelogi itu bermaksud untuk mengganti negara nasionalis menjadi negara Islam dalam konteks yang lebih luas lagi.

"Kalau diizinkan (ormas idelogi khilafah) maka perkembangannya akan mengancam," tegasnya.

Berdasarkan laporan kepolisan, kata Wiranto, ormas semacam HTI bisa memicu konflik horizontal serta mengganggu pembangunan nasional. Polisi mencatat laporan penolakan keberadaan HTI dari pelbagai daerah.

"Dari hari ke hari penolakan itu semakin luas dengan memicu konflik horisontal dan membahayakan NKRI, serta mengganggu pembangunan nasional," imbuhnya.

Atas dasar itu, pemerintah memutuskan membubarkan HTI yang dianggap bisa mengancam eksistensi Indonesia sebagai negara yang berideologi Pancasila.

"Kita enggak kompromi dengan organisasi yang mengancam eksistensi Indonesia NKRI juga sudah sudah diakui sebagai negara nation state. Kita berharap dengan penjelasan ini masyarakat tidak perlu bingung (dengan alasan pembubaran HTI) " tegasnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.