KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Wiranto: Pengamatan kita gerakan HTI masuk politik, ancam kedaulatan

Jumat, 12 Mei 2017 15:58 Reporter : Sania Mashabi
Menko Polhukam bubarkan HTI. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pembubaran organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menimbulkan polemik. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menjelaskan bahwa pembubaran ini dilakukan karena HTI berideologi khilafah sehingga mengancam kedaulatan.

"Hasil pengamatan kita maka gerakan dan dakwah (dari HTI) tujuannya masuk ranah politik yang mengancam kedaulatan negara di lapangan dan HTI mengusung ideologi khilafah," kata Wiranto di kantornya, Jumat (12/5).

Wiranto menjelaskan, bahwa ideologi khilafah mengancam idelogi Pancasila. Karena bersifat transnasional dan berpotensi meniadakan negara yang bersifat nasional serta mengubahnya menjadi negara Islam.

"Hasil pengamatan kita dari literatur secara garis besar khilafah itu bersifat transnasional. Transnasional itu artinya apa, artinya berorientasi untuk meniadakan nation state, negara bangsa. Untuk mendirikan pemerintahan Islam dalam konteks yang lebih luas lagi," ujarnya.

"Kalau diizinkan (terus ada) maka perkembangannya akan mengancam," tegas Wiranto.

Oleh karena itu, pemerintah memutuskan membubarkan HTI yang dianggap bisa mengancam eksistensi Indonesia sebagai negara yang berideologi Pancasila.

"Kita enggak kompromi dengan organisasi yang mengancam eksistensi. NKRI juga sudah diakui sebagai negara nation state. Kita berharap dengan penjelasan ini masyarakat tidak perlu bingung (dengan alasan pembubaran HTI)," tandasnya. [did]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.