Wiranto Disarankan Datang Saat Proses Pemadaman Karhutla Bukan Ketika Asap Habis

Kamis, 19 September 2019 17:02 Reporter : Saud Rosadi
Wiranto Disarankan Datang Saat Proses Pemadaman Karhutla Bukan Ketika Asap Habis Ilustrasi

Merdeka.com - Pegiat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Tengah merespons pernyataan Menko Polhukam Wiranto, yang menyebut kabut asap tidak separah pemberitaan media, saat dia berada di Riau. Menurut Walhi, kualitas udara tercemar kabut asap di Kalteng misalnya, tidak bisa disepelekan.

Direktur Eksekutif Walhi Kalteng Dimas Hartono mengatakan, kualitas udara kota Palangka Raya di angka Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) 300, hal ini menandakan cukup parah.

"Bahkan beberapa hari lalu menyentuh angka 2.000. itu tidak bisa disepelekan," kata Dimas ditemui wartawan di Palangka Raya, Kamis (19/9).

Bahkan, lanjut Dimas, Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mengungkap 11 ribu warga Kalimantan Tengah terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). "Sebenarnya dari beberapa kementerian keluarkan data, KLHK juga. Konyol sekali kalau dia (Menko Polhukam Wiranto) nyatakan berita media berlebihan," sebut Dimas.

Diterangkan Dimas, data kementerian itu menunjukkan realita kualitas udara akibat kabut asap Karhutla tidak baik bahkan berbahaya. "Jangan dilihat hanya di satu titik saja. Seringlah beliau (Wiranto) baca yang dikeluarkan kementerian terkait imbas Karhutla," ungkap Dimas.

Sementara, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Palangka Raya Mardiansyah meminta, Wiranto tidak datang ke daerah terpapar asap, di saat kabut asap sudah mereda. "Kalau datang meninjau mestinya jauh hari. Ikut merasakan petugas padamkan Karhutla, di tengah kabut asap. Jangan datang ketika asap sudah habis," kata Mardiansyah.

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto angkat bicara soal kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), usai memantau kondisi Riau, Selasa (18/9), bersama Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan jajaran kementerian dan lembaga lainnya. Dia menceritakan kondisi di Riau.

"Kemarin waktu kita di Riau, tidak separah yang diberitakan. Jarak pandang masih bisa, pesawat masih mendarat, masyarakat banyak yang belum pakai masker. Kita pun tidak pakai masker. Jarak pandang pada saat siang masih jelas, awan-awan terlihat," ucap Wiranto di kantornya, Jakarta, Rabu (18/9). [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini