Wiranto Apresiasi Sikap Gubernur Papua & Papua Barat Tak Ingin Situasi Terus Memanas

Senin, 19 Agustus 2019 15:27 Reporter : Ronald
Wiranto Apresiasi Sikap Gubernur Papua & Papua Barat Tak Ingin Situasi Terus Memanas Tokoh Gerakan Suluh Bangsa bertemu Menko Polhukam Wiranto. ©Liputan6.com/Putu Merta Surya Putra

Merdeka.com - Unjuk rasa berujung pembakaran gedung DPRD terjadi di Manokwari, Papua Barat, pagi tadi. Disebut-sebut massa emosi menanggapi peristiwa dialami mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya pada akhir pekan lalu.

Di Malang, mahasiswa Papua dan sejumlah warga Malang bentrok pada pada Kamis (15/8) lalu. Bentrokan terjadi ketika Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua, melakukan aksi damai mengecam penandatanganan New York Agreement antara Pemerintah Indonesia dan Belanda pada 15 Agustus 1962. Kemudian berakhir ricuh.

Sedangkan di Surabaya, bermula saat TNI/Polri dan organisasi masyarakat (ormas) melakukan pengepungan di asrama mahasiswa Papua. Hal ini dipicu adanya kabar perusakan tiang berbendera merah putih di lingkungan asrama.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah, sudah menyampaikan permohonan maafnya atas dua insiden yang terjadi di wilayahnya.

"Tadi saya telepon dengan Gubernur Papua, kami mohon maaf karena sama sekali itu bukan mewakili suara masyarakat Jatim. Untuk itu harus dibedakan antara letupan yang bersifat dari personal dengan apa yang sebetulnya menjadi komitmen Jatim selalu mengingatkan jaga Jatim," tegasnya.

Langkah Khofifah menyampaikan permohonan maaf diapresiasi Menko Polhukam, Wiranto. Hal itu disampaikan Wiranto dalam jumpa pers bersama Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo.

"Saya memberikan apresiasi pada Gubernur Jatim yang sudah menyatakan permohonan maaf atas yang terjadi di Jatim dan pada pihak-pihak yang mungkin merasa tersinggung," kata Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam.

Dia mengaku sudah menelepon Khofifah. "Saya juga telepon tadi pagi dan beliau menyatakan permohonan maaf terbuka," sambungnya.

Apresiasi juga dia sampaikan pada Gubernur Papua dan Papua Barat yang tidak menginginkan ketegangan ini diperpanjangan dan mengedepankan sikap menjaga perdamaian dan kesatuan.

"Saya juga meminta masyarakat tidak terpancing dan terpengaruh berita negatif dari pihak tidak bertanggung jawab yang sifatnya merusak persatuan dan kedamaian," katanya.

Pemerintah, sambung Wiranto, menjamin sepenuhnya untuk terpeliharanya stabilitas keamanan di seluruh Indonesia. Kepada TNI dan Polri untuk senantiasa melakukan tindakan persuasif," jelas Wiranto. [lia]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini