Wiranto akui korban bencana Sulteng belum seluruhnya terima bantuan

Senin, 15 Oktober 2018 13:42 Reporter : Merdeka
Wiranto akui korban bencana Sulteng belum seluruhnya terima bantuan Gempa Palu. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto tak membantah apabila para korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah belum seluruhnya mendapatkan bantuan.

Menurut Wiranto, hal ini dikarenakan sistem pengiriman bantuan ke masyarakat yang belum maksimal.

"Belum seluruhnya diterima, mengapa, karena sistem transportasi yang cukup berat. (Bantuan) ini kan karena ton-ton an, bukan kiloan," ungkap Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (15/10).

Wiranto mengatakan, tak mudah mengirimkan bantuan yang jumlahnya sangat banyak itu ke tengah masyarakat. Menurutnya, membutuhkan proses yang cukup lama untuk mengangkut bantuan dari pesawat hingga ke truk.

"Tiap ngangkut itu 20 ton, 30 ton, ternyata memang hambatan di lapangan, bongkar muat manual, mengangkut dari lapangan ke gudang manual, dari gudang ke truk manual," jelasnya.

Wiranto menambahkan, salah satu cara untuk memangkas waktu pengiriman bantuan adalah dengan menggunakan alat angkut mekanis bernama forklift. Jadi, kata dia, alat tersebut akan membantu proses pembongkaran barang dari pesawat ke truk pengangkut.

"Sekarang dari Amerika membantu dua forklift, Pak Wapres juga sudah memerintahkan Pelindo 1 mengirimkan forkliftnya. Mudah-mudahan dengan forklif yang terus menerus dateng ini, akan kemudian membuat permasalahan di lapangan menjadi berkurang," tutupnya.

Sebelumnya, anggota DPR RI Fraksi PDIP Diah Pitaloka meminta kepada pemerintah untuk mempercepat proses pendistribusian bantuan di kawasan terdampak gempa dan tsunami Sulawesi Tengah. Pasalnya masih banyak bantuan yang belum sampai kepada korban bencana alam.

Diah mengatakan, bantuan seharusnya segera didistribusikan kepada korban gempa dan tsunami. Dia mengingatkan, jangan sampai bantuan hanya menumpuk.

"Kemarin saya lihat masih banyak bantuan belum terdistribusi. Sehingga perlu dioptimalkan, dan peralatan berat seperti truk perlu ditambah. Ini harus jadi perhatian. Jangan sampai bantuan melimpah tapi korban tidak menerima," katanya, Jumat (12/10).

Dia mengungkapkan, masih butuh banyak relawan dari luar daerah untuk memperbaiki kawasan terdampak gempa dan tsunami. Sebab, korban masih menata diri usai kehilangan anggota keluarga dan harta benda.

"Perlu banyak relawan untuk kembali memulihkan Palu. Jangan sampai kesedihan ini terlalu berlarut. Sulawesi Tengah harus bangkit," tegasnya. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini