Waspadai gas beracun Gunung Tangkuban Parahu

Senin, 3 September 2012 14:18 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Tangkuban Perahu. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menyatakan Gunung Tangkuban Parahu masih berbahaya. Hal ini karena gunung tersebut masih mengeluarkan gas beracun.

"Coba tanya pedagang di sana, merasa pusing tidak dengan menghirup udara di sana, pasti pusing," ujar Surono saat ditanya bahaya Gunung Tangkuban Parahu, Senin (3/9).

Aktifitas wisatawan dan juga pedagang di Gunung Tangkuban Parahu pun sekarang ditutup. Edaran itu dilakukan PVMBG kepada pengelola juga instansi lainnya sejak Minggu (2/9) malam. Hal itu dikarenakan bahayanya gas belerang dioksida (SO2) yang dihasilkan kawah berbahaya bagi kesehatan.

Dia menjelaskan, sejak malam tadi, tercatat tremor (aktivitas dangkal) vulkanik Gunung Tangkuban Parahu yang signifikan dari semula 8 mm, naik menjadi 18 mm, lalu naik lagi hingga 30 mm. Padahal normal hanya 4 mm.

"Artinya ada energi yang tinggi, terutama di pusat kawah ratu," kata Surono.

Menurutnya belerang dioksida (SO2) mempunyai sifat tidak berwarna, tetapi berbau sangat menyengat dan dapat menyesakkan napas meskipun dalam kadar rendah.

"Jika SO2 terhirup akan menimbulkan efek pusing, seperti petugas kami yang mengalami pusing-pusing karena terlalu lama di daerah kawah," katanya.

Dengan begitu dia pun menginstruksikan bukan hanya saja pedagang atau wisatawan tapi petugas yang berjaga tidak diperkenankan mendekat.

"Kami pastikan sudah tidak ada orang lagi untuk masuk ke sekitar kawah, dengan radius 1,5 kilometer sesuai yang kami rekomendasikan sejak awal," jelasnya.

Terkait penutupan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat terkait adanya peningkatan aktivitas gunung. Sementara itu status Tangkuban Parahu terus dalam pemantauan pihaknya. Evaluasi juga akan terus dilakukan untuk menentukan status berikutnya, apakah naik, tetap waspada, atau turun. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Gunung Berapi
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.