Waspada, komplotan taksi omprengan incar karyawati pulang malam

Rabu, 12 Agustus 2015 16:50 Reporter : Ronald
Waspada, komplotan taksi omprengan incar karyawati pulang malam

Merdeka.com - Polda Metro mengimbau masyarakat agar waspada terhadap maraknya kejahatan taksi omprengan (gelap). Mereka menyasar korban karyawati yang pulang larut malam.

"Modus banyak karyawan dan karyawati ketika naik angkutan umum kagak ada, akhirnya naik omprengan. Ternyata pelaku memanfaatkan kondisi itu, pelaku berpura-pura menjalankan omprengan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Khrisna Murti, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/8).

Menurutnya, otak komplotan seorang pengangguran bernama Ari. Ari ini diduga merekrut ketiga temannya, Badri, Wahyu dan Rais yang juga berprofesi sopir omprengan.

"Ari bertindak sopir, Ari kemudian menggaet 3 teman lainnya yang benar-benar supir omprengan. Korban berinisial NI dan FS," terangnya.

Dia mengungkapkan modus kejahatan komplotan ini terbilang rapi. Mereka berbagi tugas sebagai sopir dan ada yang berpura-pura sebagai penumpang.

"Satu pura-pura sebagai penumpang dan dua orang berpura-pura calon penumpang. Ketika ada yang kebingungan tanya alamat ke arah Tangerang dan sana situ, pura-pura naik bersama-sama. Plus, calon penumpangnya yang biasanya target wanita atau suami istri. Begitu masuk diancam sajam, HP dan dompet diambil lalu dilakban, diminta pin atm nya. Laki-laki diancam potong jari dan cewek diancam perkosa," ujar dia.

"Setelah korban tidak berdaya para pelaku mengambil Samsung galaxy Note 3, jam tangan Alexandercristy satu buah handphone merek Oppo, kalung 5 gram, dua cincin dan ATM senilai Rp 3.447.00 dan milik FS Rp 1800.00," tambahnya.

Lanjut dia, setelah para pelaku berhasil menguras harta benda korban. Polisi saat ini masih mengejar pelaku lain berinisial WHY.

"Dibuangnya di ujung tol Bekasi, Tanggerang, Cibubur. Mereka juga telah memetakan terminal bayangan yang akan menjadi wilayah sasarannya seperti Tomang, Harmoni, Slipi dan SCBD. Kejadian ini pada pukul 11 dan 12 malam" kata dia.

Sementara itu, kasus ini mencuat setelah laporan polisi Nomor 2862/VII/2015/PMJ/ Ditreskrimum tanggal 13 Juli 2015. Barang bukti yang diamankan dalam kasus tersebut berupa lima unit handphone, satu gulung lakban, satu tali plastik, satu baju yang dilakukan saat aksi dan satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam yang digunakan pelaku. [efd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini