Waseso bantah diberi pilihan, setop kasus Pelindo II atau dimutasi

Selasa, 8 September 2015 12:08 Reporter : Faiq Hidayat
Waseso bantah diberi pilihan, setop kasus Pelindo II atau dimutasi Sertijab BNN. ©2015 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Kepala badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso membantah jika dia diberikan pilihan tetap menjabat Kabareskrim atau menghentikan kasus dugaan korupsi Pelindo II. Menurutnya, selama menjabat Kabareskrim tak pernah membedakan kasus-kasus apapun.

"Kata siapa itu, nggak ada itu fitnah. Saya tetep bekerja sebagai penegak hukum melakukan penindakan, tidak membeda-bedakan," kata Budi Waseso saat menjawab pertanyaan apakah benar diberikan pilihan tetap menjadi Kabareskrim tapi kasus Pelindo II berhenti di Kantor BNN, Jakarta, Selasa (8/9).

Waseso pun menegaskan bahwa pilihan tersebut tidak benar. Dia sudah menyerahkan jabatannya kepada petinggi Polri.

"Nggak ada itu, itu (isu) dari mana," kata Waseso.

Seperti diketahui, kabar pencopotan Komjen Pol Budi Waseso dari posisi Kabareskrim ramai mencuat setelah Menko Polhukam Luhut Panjaitan menyatakan Presiden Jokowi tak mau penegakan hukum dilakukan secara gaduh karena membawa efek buruk pada perekonomian.

Komjen Budi Waseso belakangan tengah mengusut sejumlah kasus kakap, beberapa di antaranya adalah kasus mafia sapi dan perkara dugaan korupsi atas pengadaan mobil crane di Pelindo II.

Atas instruksi Komjen Budi Waseso, petugas Bareskrim Polri melakukan penggeledahan di kantor Pelindo II. Penggeledahan sampai-sampai dilakukan di kantor Dirut Pelindo II, RJ Lino.

Saat itu, Lino langsung menelepon Menteri Bappenas Sofyan Djalil dan mengancam jika Presiden Jokowi tak segera menyelesaikan persoalan itu dirinya akan mundur. [ren]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini