Warna Warni Kebaya Manis Arzeti Bilbina hingga Atalia Praratya dalam Sidang Tahunan 2025
Sidang Tahunan DPR/MPR RI yang diadakan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (15/8/2025) juga menjadi ajang untuk menampilkan busana.
Sidang Tahunan DPR/MPR RI yang dilaksanakan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Jumat (15/8/2025) juga menjadi panggung busana bagi tokoh-tokoh publik di Indonesia. Meskipun para pejabat pria mengenakan setelan formal seperti jas berwarna gelap, para pejabat dan tokoh publik wanita terlihat anggun dengan kebaya beragam warna dan kain tradisional yang memberikan kesan mewah pada penampilan mereka.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, misalnya, tampil menawan dengan kebaya hijau lime yang bermotif bunga hokokai, dipadukan dengan rok batik tulis Pekalongan. Selain Puan, kebaya berwarna hijau lime juga dikenakan oleh para pejabat wanita dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat sidang tahunan MPR.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Arzeti Bilbina, juga tampil dengan elegan mengenakan kebaya hijau panjang yang dilengkapi dengan selendang berwarna ungu. Selain Puan, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, juga terlihat mengenakan kebaya. Politikus dari Partai Gerindra ini hadir dengan kebaya berwarna biru muda dan duduk di barisan depan dalam sidang tahunan tersebut.
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra lainnya yang mengenakan kebaya biru adalah Mulan Jameela, yang memadukan kebaya birunya dengan hijab berwarna senada. Kebaya berwarna biru juga dikenakan oleh para pejabat perempuan dari Partai Amanat Nasional (PAN), termasuk kebaya yang dipakai oleh Anggota DPR RI, Putri Zulkifli Hasan. Selain itu, kebaya berwarna merah muda atau pink juga mendominasi acara sidang tahunan DPR/MPR, dengan anggota dewan perempuan dari Partai Golongan Karya (Golkar) mengenakan kebaya modern seperti yang dipakai oleh Atalia Praratya.
Sidang Tahunan Kali Ini Tak Diwarnai Pakaian Adat
Suasana Sidang Tahunan DPR/MPR 2025 yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta pada hari Jumat, 15 Agustus 2025, terkesan sangat formal. Hampir semua pejabat laki-laki yang hadir mengenakan jas, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tampil kompak dengan setelan jas mereka. Sementara itu, para pejabat perempuan terlihat mengenakan kebaya dengan kain tradisional sebagai bawahan, dengan nuansa hijau yang dominan, seperti yang dikenakan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Perbedaan mencolok terlihat dibandingkan dengan tradisi beberapa tahun lalu di era kepresidenan Joko Widodo.
Di masa pemerintahan Jokowi, pemakaian baju adat pada acara resmi sempat menjadi tren, termasuk pada sidang tahunan. Jokowi pernah mengenakan pakaian adat Suku Tanimbar dari Maluku serta baju adat Suku Betawi.
Menanggapi kondisi saat ini, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid, menjelaskan bahwa aturan pada sidang tahunan kali ini memang mewajibkan penggunaan busana sipil lengkap. Menurutnya, ketiadaan baju tradisional di Sidang Tahunan MPR adalah hal yang wajar.
"Ini acara kenegaraan kan, ya tentu kita menggunakan sipil lengkap, menggunakan baju yang selama ini lazim dipakai pada acara kenegaraan. Ini kan kegiatan Sidang MPR bersama DPD dan DPR RI, saya pikir wajar kita semua pakai jas, sesuai dengan busana nasional kita," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari yang sama.
Gunakan Busana Formal
Menurut Jazilul, mengenakan busana formal seperti jas dalam sidang tahunan bukanlah hal yang baru. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir masyarakat sudah terbiasa melihat pejabat memakai busana adat, "Pakaiannya memang formal, kan selama ini anggota DPR formal pakai jas. Beberapa tahun yang lalu juga pakai jas. Pak Prabowo patriot pakai nasional pasti," tandasnya.
Sidang Tahunan MPR dan DPR kali ini diselenggarakan untuk mendengarkan pidato dari Presiden Prabowo Subianto. Prabowo akan memberikan pidato kenegaraan perdananya dalam rangka Sidang Tahunan MPR-DPR di Kompleks Parlemen Jakarta pada Jumat, 15 Agustus 2025. Pertama, Prabowo akan menyampaikan Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI Tahun 2025, yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WIB. Dalam pidato ini, Prabowo akan memaparkan hasil kinerja pemerintah yang telah berjalan hampir 300 hari sejak dilantik pada Oktober 2024.
Kedua, Prabowo juga dijadwalkan untuk menyampaikan pidato mengenai Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 beserta Nota Keuangannya pada pukul 14.30 WIB. Pidato ini akan disampaikan di hadapan peserta rapat paripurna DPR RI. Dengan demikian, sidang tahunan ini menjadi momen penting bagi Prabowo untuk menyampaikan visi dan misi pemerintahnya kepada rakyat.
Beda dengan Jokowi
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menghadiri Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI - DPD RI pada hari Jumat, 15 Agustus 2025. Berbeda dengan pendahulunya, Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Prabowo tidak mengenakan pakaian adat dalam acara tersebut.
Prabowo tiba di Gedung DPR RI sekitar pukul 08.35 WIB dengan mengenakan jas lengkap berwarna abu-abu tua yang dipadukan dengan dasi biru muda. Sementara itu, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka juga terlihat mengenakan jas rapi berwarna gelap, dan istrinya, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, mengenakan kebaya krem.
Perbedaan ini mencolok dibandingkan dengan kebiasaan Jokowi yang selalu mengenakan pakaian adat daerah Indonesia saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI. Pada tahun lalu, Jokowi mengenakan pakaian adat Betawi berwarna hitam, lengkap dengan berbagai asesoris yang menempel.
Sebelumnya, ia juga pernah mengenakan baju adat dari Suku Badui, Suku Tanimbar, hingga Suku Sasak. Dengan demikian, pilihan pakaian yang diambil oleh Prabowo memberikan nuansa yang berbeda dalam acara penting tersebut.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953019/original/045504800_1727267556-Infografis_SQ_TAP_MPR_Terkait_Presiden_Soeharto_dan_Presiden_Abdurrahman_Wahid.jpg)