Warga Urus SKCK di Polrestabes Medan Membeludak, Polisi Perketat Pengamanan

Kamis, 14 November 2019 11:19 Reporter : Yan Muhardiansyah
Warga Urus SKCK di Polrestabes Medan Membeludak, Polisi Perketat Pengamanan Penjagaan di Polrestabes Medan. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pengamanan Polrestabes Medan semakin ketat pasca-ledakan bom, Rabu (13/11). Setiap pengunjung yang masuk ke markas polisi itu, Kamis (14/11), diperiksa dengan seksama dan harus meninggalkan kartu identitas.

Setiap pengunjung yang datang harus melewati lorong berpagar kawat duri sebelum masuk ke Mapolrestabes Medan. Di posko penjagaan, barang bawaannya diperiksa. Mereka juga diminta meninggalkan kartu identitas untuk diganti kartu tamu.

Sementara portal di gerbang tetap ditutup dan hanya dibuka saat kendaraan tertentu masuk. Petugas bersenjata laras panjang berjaga di sana.

Para pengunjung Mapolrestabes Medan didominasi pengurus SKCK. Ratusan orang tampak berkerumun di lokasi pengurusan Pelayanan SKCK.

Salah seorang pengunjung, Denny Roberto Sinurat (26), warga Jalan Sei Putih Barat, salah satu pengunjung yang datang mengurus SKCK. "Saya ingin mendaftar CPNS," katanya.

Denny mengaku sedikit khawatir setelah mengetahui ada bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. Namun, dia menyatakan pengamanan sudah ketat. "Semua diperiksa jadi aman," katanya.

Pengurus SKCK lainnya, Firman Daulay (25), warga Helvetia, tidak mempermasalahkan pemeriksaan ketat yang dilakukan petugas.

"Ini kan demi keamanan dan kenyamanan kita semua," ucapnya.

Hingga saat ini para pengurus SKCK masih antre dan berkumpul di Pelayanan SKCK. Tak jauh dari lokasi itu merupakan titik ledakan bom yang terjadi Rabu (13/11) pagi. Namun area di sekitar ledakan masih disterilkan dan tidak dibenarkan untuk didokumentasikan. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini