Warga Temukan Mayat Guru SD Cium Bau Tak Sedap, Dikira Bangkai Cicak

Jumat, 10 Juli 2020 13:59 Reporter : Irwanto
Warga Temukan Mayat Guru SD Cium Bau Tak Sedap, Dikira Bangkai Cicak Ilustrasi Mayat. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus perkosaan dan pembunuhan terhadap guru SD Efriza Yuniar (50) oleh pemuda AD alias AP (18) membuat warga gempar. Mereka tak menduga janda tersebut tewas mengenaskan di tangan tetangganya sendiri.

Tetangga korban, Triyana (52) mengungkapkan, awalnya istrinya Juwita (51) menghubungi korban namun ponselnya tak aktif. Istrinya pergi ke sekolah untuk mencari lalu menghubungi sesama guru tetapi tak ada yang tahu keberadaan korban.

"Istri saya dan korban sama-sama guru di SD, ada keperluan sekolah jadi dikontak, tapi tidak ada kabar," ungkap Triyana, Jumat (10/7).

Juwita dan anaknya mengajak beberapa warga mencari korban di rumahnya. Pintu rumah dalam posisi terkunci dan warga sempat berniat mendobraknya. Tak lama, kunci rumah ditemukan terselip di bawah pintu.

Warga membuka dan mencari seisi rumah namun tak menemukan korban. Warga pun keluar rumah untuk berembuk mencari korban di tempat lain.

Penasaran, warga kembali masuk untuk memastikan korban tak ada di rumah. Mereka mencium bau tak sedap namun dikira hanya bangkai cicak. Bau itu tak dihiraukan karena mereka tidak terpikir korban sudah tewas.

"Baunya tidak terlalu menyengat, makanya cuma dikira bangkai cicak saja," ujarnya.

Para saksi penasaran dengan ember di dalam kamar mandi yang dibungkus seprei dan diikat. Mereka memberanikan diri membukanya dan begitu kagetnya menemukan mayat korban dengan posisi tanpa busana dan tangan terikat.

"Posisinya kaki di atas kepala di bawah. Saya sendiri tak sanggup melihatnya. Memang tidak ada luka-luka, cuma kondisinya tragis," kata dia.

Kemudian, Triyana menghubungi polisi dan selanjutnya mayat korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Warga semakin kaget karena pelaku perkosaan dan pembunuhan tak lain adalah tetangganya sendiri.

"Bu Yuyun itu orangnya baik, dia perantauan, tidak pernah ada masalah dengan warga. Ya orangnya dihormati warga karena sudah lama jadi guru di kampung," katanya. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penemuan Mayat
  3. Pembunuhan
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini