Warga Sumut Diimbau Waspadai DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Senin, 6 Juli 2020 23:46 Reporter : Yan Muhardiansyah
Warga Sumut Diimbau Waspadai DBD di Tengah Pandemi Covid-19 Pengasapan Nyamuk DBD. ©2019 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Kasus positif Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) masih meningkat. Namun masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai ancaman demam berdarah dengue (DBD).

Saat ini Sumut memasuki masa pancaroba, siklus di mana kasus DBD biasanya meningkat.

"Untuk itu masyarakat diminta untuk menerapkan hidup bersih termasuk membersihkan lingkungan dan meningkatkan daya tahan tubuh," ujar Relawan Komunikasi Tim GTPP Covid-19 Sumut, Putri Mentari Sitanggang, Senin (6/7).

DBD memiliki gejala-gejala khusus seperti demam tinggi hingga 40 derajat Celcius, tubuh menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri tulang dan otot, mual dan muncul bintik-bintik merah di kulit. Selain itu pada kasus tertentu juga bisa terjadi pendarahan pada hidung dan gusi.

"Gejalanya selain seperti gejala demam juga muntah, nyeri perut, muncul bintik-bintik merah di kulit, mimisan dan gusi berdarah. Dalam kasus yang serius bisa berkembang menjadi dengue shock syndrome (DSS) yang bisa menyebabkan hypothermia dan melambatnya denyut jantung," jelasnya.

Jika terjadi serangan Covid-19 dan DBD bersamaan akan berakibat fatal. Tingkat kesakitan akan meningkat dan berpotensi menyebabkan penderita Covid-19 yang berusia muda meninggal dunia.

"Jadi, berantaslah sarang nyamuk di lingkungan kita seperti menguras dan membersihkan tempat penampungan air, membersihkan tempat-tempat sampah dan barang-barang yang mungkin menyimpan air," imbau Putri.

Baca Selanjutnya: Sementara kasus positif Covid-19 di...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini