Warga sering cium bau busuk dari dalam rumah simpan mayat di Cimahi

Rabu, 31 Januari 2018 15:08 Reporter : Aksara Bebey
Warga sering cium bau busuk dari dalam rumah simpan mayat di Cimahi Penemuan tengkorak di Cimahi. ©2018 Merdeka.com/Aksara Bebey

Merdeka.com - Warga di sekitar rumah penemuan dua kerangka di Kota Cimahi selalu mencium bau tidak sedap. Namun, mereka tidak menyangka bahwa bau tersebut berasal dari mayat.

Seperti diberitakan sebelumnya, Warga di RT 07 RW 17 gang Nusa Indah 6 kelurahan Melong, Kota Cimahi digegerkan dengan penemuan dua mayat tengkorak di sebuah rumah. Kedua mayat diketahui sudah dibiarkan di dalam rumah bertahun-tahun.

Diketahui, mayat itu bernama Nanung Subana (85) yang sudah meninggal dari Desember 2017. Mayat lain diketahui bernama Hera Sri Herawati (50) yang sudah meninggal tahun 2016.

Dalam rumah itu terdapat tiga orang lain yang tinggal, diduga masih dalam hubungan keluarga. Mereka bernama Neneng Khotijah (76), Erna Rendrasari (48) dan Deni Rohmat (43).

"Kalau bau memang selalu tercium. Tapi, ketika ditanya ke pemilik rumah, selalu tidak menjawab jelas. Bilangnya hanya ada bangkai. Memang mereka tertutup," kata salah seorang tetangga, Aldi (25) yang rumahnya hanya berjarak kurang dari 100 meter dari lokasi rumah penemuan kerangka.

Ia pun mengaku kerap melihat Deni Rohmat membuang bungkusan plastik hitam yang disebut bangkai tikus.

Tetangga lain, Juarsa Raharja (78) menyebut bahwa terakhir kali ia bertemu dengan Nanung ketika lebaran. Setelah itu, ia jarang melihatnya lagi. Sementara keberadaan Herawati disebut sedang mendapat perawatan di Tanggerang.

"(Neneng) Bilangnya (Herawati) dibawa ke saudaranya di Tangerang untuk diobati karena sakit," ucapnya.

Polisi kesulitan memeriksa keluarga

Polisi masih kesulitan mendapatkan keterangan dari tiga anggota keluarga yang berada di tempat penemuan kerangka. Diduga, mereka mengalami gangguan jiwa.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko Nurallah menyebut ketiga orang yang berada di dalam rumah tersebut saat ini masih menerima perawatan kejiwaan. Neneng diperiksa di RS Dustira, dua anaknya yang lain ditempatkan di Polres didampingi psikiater.

"Sambil menunggu hasilnya keluar, kami terus lakukan penyelidikan," ucapnya saat dihubungi, Rabu (31/1).

Terkait pengakuan warga yang kerap melihat aktivitas membuang bungkusan plastik yang disebut bangkai, Niko mengaku belum bisa memastikan kebenarannya. Itu pun berlaku dengan dugaan adanya ajaran yang menyimpang.

"Soal bangkai itu akan didalami. Bisa (potongan daging) mayat atau hewan. Tapi sejauh ini masih susah menerima keterangan. Saat ditanya, kami suka diserang, jawabanya juga masih ngaco," ucapnya.

"Penyidikan ini harus terperinci untuk mencari tahu penyebabnya. Kami akan mencari informasi lagi ke saksi lain," tandasnya. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Penemuan Mayat
  3. Cimahi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini