Warga Meninggal Akibat Covid-19 di Tanjungpinang Meningkat Nyaris 200 Persen

Rabu, 12 Mei 2021 15:18 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Warga Meninggal Akibat Covid-19 di Tanjungpinang Meningkat Nyaris 200 Persen Pemakaman korban Covid-19 di TPU Tegal Alur. ©2020 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Tanjungpinang, Kepulauan Riau mencatat jumlah warga yang meninggal dunia akibat COVID-19 pada Januari 2021 hingga sekarang meningkat hampir 200 persen dibanding tahun 2020.

Jumlah warga yang meninggal dunia akibat COVID-19 di Tanjungpinang pada Maret-Desember 2020 sebanyak 22 orang, sementara Januari 2021 bertambah menjadi 58 orang.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinkes Tanjungpinang Susi, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan, jumlah warga yang meninggal dunia akibat COVID-19 dalam dua bulan terakhir cukup tinggi.

"Selain penularan COVID-19 yang begitu cepat, jumlah warga yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus itu juga tinggi," kata Susi dilansir Antara, Rabu (12/5).

Susi mengemukakan pihaknya belum mengetahui apakah COVID-19 yang menginfeksi warga Tanjungpinang tersebut merupakan varian baru atau tidak. Namun pihak Kemenkes sedang meneliti jenis virus tersebut.

"Kami masih menunggu hasilnya," ujarnya.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Kepri per 11 Mei 2021, jumlah kasus aktif COVID-19 di Tanjungpinang sebanyak 364 orang. Total jumlah pasien COVID-19 sejak pandemi COVID-19 sampai sekarang mencapai 2.519 orang.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 sebanyak 2.098 orang. "Saat ini banyak klaster keluarga dan klaster pemerintahan," ucapnya.

Ia menyatakan sebanyak 30 tenaga kesehatan tertular COVID-19 dari pasien, dan saat ini masih menjalani isolasi mandiri.

Sebagian tenaga kesehatan tertular saat menangani pasien COVID-19. "Ada tenaga kesehatan yang tertular di puskesmas," ujarnya.

Susi mengemukakan jumlah tenaga kesehatan di Tanjungpinang sekitar 2.900 orang. Seluruh tenaga kesehatan yang tertular COVID-19 dalam kondisi baik, tidak bergejala. Hal itu disebabkan seluruh tenaga kesehatan telah disuntik vaksin dosis pertama dan kedua.

"Tidak ada yang dirawat, karena sebagian tenaga kesehatan bergejala ringan. Sebagian lagi, tidak bergejala," ujarnya. [ray]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini