Warga korban gempa dan tsunami di Petobo berharap temukan surat rumah dan tanah

Jumat, 12 Oktober 2018 12:59 Reporter : Merdeka
Warga Korban Bencana Likuifaksi Palu Mulai Cari Surat Kepemilikan Rumah. ©Liputan6.com/nandaperdanaputra

Merdeka.com - Warga terdampak likuifaksi di Petobo, Palu Selatan, mulai kembali ke lokasi bencana. Mereka mencari rumah dan surat berharga lainnya.

Salah satu warga, Jenri mengaku, sudah enam hari mencari kediamannya yang hilang terseret likuifaksi. "Ketemu dua kilometer di bawah sana," kata Jenri saat berbincang dengan Liputan6.com di lokasi, Jumat (12/10).

Rumahnya sebagian terbenam tanah. Meski berbahaya, dia tetap melanjutkan pencarian surat kepemilikan rumah dan tanah.

"Saya kan warga sini. Punya tanah, rumah, dari orang tua, kakek nenek, surat-surat itu penting. Kan punya kita," jelas dia.

Pria yang bekerja di sebuah bengkel itu tidak menyangka keluarganya dapat selamat. Saat kejadian, istri dan seorang anaknya dibantu sang paman menyelamatkan diri.

"Saya lagi kerja. Lantai bengkel saja pecah dan menyebur air. Keluarga di rumah lari saat gempa. Tapi pamannya enggak selamat, terendam lumpur," kata Jenri.

Saat kejadian, istri dan anak Jefri berlari sambil mencari pijakan yang keras. Sebab, tanah terbelah dan menjadi lunak. Banyak lumpur juga yang keluar.

"Surat-surat selamat. Sementara anak istri mengungsi di Sulawesi Selatan," ujar Jenri.

Warga lain yang enggan disebut namanya mengaku terpaksa mencari surat berharga seperti kepemilikan rumah dan tanah agar mendapat sedikit kepastian dalam melanjutkan hidup. Khususnya dari segi tempat tinggal dan finansial.

"Mudah-mudahan pemerintah dapat mempercepat pembangunan di sini. Saya masih mau tinggal di Palu. Ini rumah kami," ungkapnya.

Reporter: Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini