Warga kerap pergoki lihat ayah Marshanda gantung baju kotor

Senin, 28 Maret 2016 16:23 Reporter : Anisyah Al Faqir
Warga kerap pergoki lihat ayah Marshanda gantung baju kotor Ayah angkat Marshanda ditangkap Dinsos Jakarta. ©2016 Merdeka.com/Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Tetangga mengaku terkejut saat mendengar berita Irwan Yusuf, ayah aktris Andriani Marshanda (26) ditangkap sedang mengemis di kawasan Bangka, Mampang, Jakarta Selatan. Mereka tak setuju tuduhan Dinas Sosial DKI Jakarta yang menyebutnya sebagai pengemis.

"Dia bukan pengemis Mbak, orang biasa aja kaya kita ini. Kalau diajak ngomong juga nyambung kok. Warga di sini pasti enggak setuju kalau dia disebut pengemis," ucap warga Bangka IX Rt 14/03 yang enggan menyebutkan namanya, Senin (28/1).

Meski membantah Irwan mengemis, namun warga mengakui pakaian yang dikenakannya kerap kali terlihat lusuh. Bahkan terpaksa membuang baju yang dijemur Irwan karena dianggap tak bisa dikenakan lagi.

"Bajunya biasa aja. Kaya kita gini deh. Ya paling lusuh dekil gitu. Kadang bajunya yang kotor digantung di tiang itu. Sama saya dibuang aja, udah kotor banget, dua kali saya buang baju dia yang kotor. Tapi kadang kalau lagi rapi, rapi banget. Bajunya bersih," sahut warga muda lainnya.

Sebelumnya, ayah Marshanda, Irwan Yusuf diciduk Petugas Pelayanan Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Dinas Sosial Jakarta Selatan. Irwan diamankan ketika kedapatan mengemis di Jalan Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (24/3) lalu.

"Itu orangtua angkat dari artis Marshanda. Pria itu mengaku sebagai orangtua dari Marshanda," kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, Mursidin saat dihubungi, Jakarta, Minggu (27/3).

Mengetahui ayahnya diamankan petugas Dinsos, Marshanda langsung menemuinya di Panti Sosial Bina Insan II, Cipayung, Jakarta Timur. Dia senang ayahnya kembali ditemukan, dan berharap segera berkumpul dengan keluarganya.

"Papa baik-baik baik aja kok. Kita sudah kontak sama keluarga papa. Keluarga papa yang bakal jemput. Jadi sekarang aku masuk mobil dan tektokan sama keluarga papa," kata Marshanda di Panti Sosial Bina Insan, Jakarta, Senin (28/3).

Sementara, Kepala Satuan Pembinaan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Daniel menolak melepaskan Irwan dan mengembalikannya kepada keluarga Marshanda. Berdasarkan aturan yang berlaku, Irwan akan menjalani penahanan selama 21 hari sebelum dilepas.

"Aturan di sini orang yang terjaring oleh Dinas Sosial akan dibawa ke panti sosial ini selama 21 hari. Kalau selama 21 hari ini tidak dijemput oleh keluarganya akan kita kirim ke panti pembinaan," ucap Daniel. [tyo]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini