Warga Jayapura Papua: Kami Sudah Tak Diizinkan Mudik, Tapi Tidak Bisa Video Call Juga

Jumat, 14 Mei 2021 14:10 Reporter : Henny Rachma Sari
Warga Jayapura Papua: Kami Sudah Tak Diizinkan Mudik, Tapi Tidak Bisa Video Call Juga Warga Jayapura padati trotoar agar bisa akses jaringan telekomunikasi akibat kabel bawah laut putus. ©2021 Antara

Merdeka.com - Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik pada idulfitri 1442 H atau Lebaran 2021 tahun ini. Kebijakan itu untuk mencegah terjadinya tsunami Covid-19 akibat mobilitas warga.

Sayangnya, penerapan larangan mudik menimbulkan nestapa lain bagi warga Jayapura Papua. Bagaimana tidak, mereka sudah dilarang mudik tapi juga tidak bisa bersilaturahmi secara virtual. Sebab, putusnya kabel optik bawah laur sejak akhir bulan April lalu.

"Kami sudah tidak diizinkan mudik sehingga tetap merayakan Lebaran di Jayapura, namun juga tidak bisa melakukan 'video call' dengan keluarga akibat kabel optik bawah laut yang putus sejak tanggal 30 April lalu sehingga untuk silaturahmi Idul Fitri secara daring juga tak bisa, " kata Firman, salah satu pegawai pemerintah di Jayapura, seperti dikutip Antara, Jumat (14/5).

Firman yang enggan disebut nama lengkapnya mengaku sudah tidak bisa berlebaran dengan sanak keluarganya sejak 2020 akibat merebaknya Covid-19.

"Namun kalau tahun 2020 lalu kami masih bisa berteleponan melalui 'video call' sehingga dapat berbicara dengan melihat seluruh keluarga," kata Firman.

Diakuinya akibat keterbatasan telekomunikasi tersebut, maka ucapan Idul Fitri hanya bisa bertelepon saja dengan sanak keluarga tanpa bisa melihat seperti kalau "video call".

"Mudah-mudahan perbaikan segera dilakukan sehingga dapat berkomunikasi secara tatap muka dapat dilakukan agar dapat melepas rindu dengan keluarga," kata Firman.

Sementara itu GM PT Telkom Papua Sugeng Widodo mengaku warga bisa melakukan "video call", namun hanya di beberapa tempat umum seperti rumah sakit karena kapasitasnya sudah dinaikkan.

"Kalau 'video call' baru bisa dilakukan di beberapa tempat yang merupakan sarana umum, namun bila pengguna banyak akan kesulitan," demikian Sugeng Widodo. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini