Warga Desa di Tuban yang Ogah Direlokasi Pertamina ke Rumah Baru Pilih Uang Tunai

Kamis, 18 Februari 2021 14:20 Reporter : Erwin Yohanes
Warga Desa di Tuban yang Ogah Direlokasi Pertamina ke Rumah Baru Pilih Uang Tunai Dapat Ganti Rugi Lahan Kilang Minyak, Warga Desa di Tuban Borong Mobil Baru. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Warga desa yang mendadak menjadi miliader dan memborong sejumlah mobil baru, ternyata juga telah disiapkan rumah baru. PT Pertamina (Persero) menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk relokasi warga yang terdampak proyek pembangunan kilang minyak New Grass Root Refinery (NGRR) di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jatim.

Lahan relokasi diketahui di tanah milik Perhutani di tepi jalur Pantura, tepatnya di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban. Di mana, lahan tersebut untuk 151 Kartu Keluarga (KK) beserta dengan fasilitas umum (fasum) lainnya.

"Lahannya milik Perhutani dan telah siap 20 hektare beserta fasum-fasum lainnya," ungkap Kadek Ambara Jaya, Presiden Direktur PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia pada wartawan, Kamis (18/2).

Menurutnya, mereka yang direlokasi merupakan warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban. Selanjutnya, akan dipindahkan setelah pemukiman baru selesai dibangun dan siap huni.

"Selama belum dibangun, meraka tetap tinggal di rumahnya masing-masing," jelasnya.

Ia menyebut, tidak semua warga mau direlokasi di tempat yang disediakan. Mereka yang tidak mau direlokasi, memilih untuk melakukan relokasi sendiri dengan membeli tanah di Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban.

"Ada relokasi mandiri yakni warga mengambil uang tunai secara langsung dan itu sudah banyak," ungkapnya.

Kadek menerangkan sejumlah warga yang siap direlokasi di lahan yang telah disiapkan oleh Pertamina mengaku senang karena lokasinya lebih prospektif lantaran dekat dengan jalur Pantura.

"Ada juga yang mau ikut di lahan yang telah kita sediakan, karena mungkin lebih prospektif, berada di jalur Pantura dan harga lebih murah dari pada beli di luar," ungkap Kadek.

Diketahui, harga ganti rugi lahan milik warga untuk proyek kilang minyak itu dibanderol dengan rata-rata berkisar Rp 680.000 per meter persegi. Penentuan nilai harga itu telah diputuskan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) setelah melakukan penghitungan harga melalui appraisal.

Jumlah lahan warga terdampak untuk proyek kilang minyak itu ada 529 bidang atau sekitar 348 hektare berada di tiga desa di Kecamatan Jenu, Tuban. Tiga Desa itu adalah Wadung, Kaliuntu, dan Sumurgeneng.

Proyek pembangunan kilang minyak itu menelan dana USD 15 miliar hingga USD 16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun (asumsi kurs Rp 14.084) yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2026 mendatang.

Di mana proyek itu menempati area seluas kurang lebih 900 hektare. Dengan rincian, lahan milik KLHK, warga dan Perhutani. Termasuk Pertamina melakukan restorasi dan reklamasi laut.

Sebelumnya, warga Sumurgeneng, Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur bikin heboh netizen. Pasalnya, mereka diketahui memborong sejumlah mobil baru. Tak tanggung-tanggung, mobil baru berjumlah belasan itu dibeli warga secara berjamaah hanya dalam sehari saja. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini