Warga Buru bentrok gara-gara tambang emas, dua tewas

Kamis, 24 April 2014 22:00 Reporter : Fikri Faqih
Warga Buru bentrok gara-gara tambang emas, dua tewas bentrok. merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sedikitnya dua orang dilaporkan tewas karena bentrokan antara warga Kovan dengan Widit di Kabupaten Buru, Provinsi Maluku. Penyebab bentrokan ini adalah saling berebut lahan penambangan emas di kawasan Gunung Botak, Kamis siang.

"Warga yang tewas adalah Kepala Soa Widit, Legi Tihun dan Manaskaku Wanhedan yang berasal dari Kabupaten Buru Selatan," kata Ibrahim Wael, seorang warga Buru, yang dihubungi Antara dari Ambon, Kamis (24/4).

Bentrokan antarkelompok warga yang saling berebut lahan tambang emas ini terjadi saat aparat keamanan tidak berada di lokasi kejadian. Aparat keamanan dari Polsek Mako segera mendatangi warga Desa Widit untuk mengantisipasi adanya aksi serangan balasan.

Kabid Humas Polda Maluku AKBP Hassan Mukadar mengaku masih melakukan koordinasi dengan Polres Buru terkait insiden tersebut. "Kami sementara berkoordinasi dengan Kapolres Buru untuk mengecek kebenaran berita dimaksud," jelasnya.

Bentrokan di lokasi penambangan emas Gunung Botak terjadi akibat saling berebut lahan antara warga Kovan dengan Widit. Akibatnya persoalan ini meluas jadi perkelahian massal antara warga kedua desa dan diinformasikan ada dua orang yang tewas dalam insiden itu.

Untuk mencegah bentrokan ini kembali berlanjut, aparat keamanan dari Polsek Mako telah mendatangi warga Widit guna mengantisipasi adanya aksi serangan balasan terhadap warga Kovan.

Saat ini anggota Polsek Mako telah kembali dari Desa Widit dan merapat di Kampung Dava dekat Wamsait untuk menjaga berbagai kemungkinan yang terjadi. "Informasi berita ini akan kami sampaikan setelah ada penjelasan resmi dari pihak Polres Buru, termasuk adanya korban jiwa dalam peristiwa itu," tutup Hassan. [tyo]

Topik berita Terkait:
  1. Bentrokan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini