Warga Bali Rasakan Cuaca Panas Beberapa Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMKG

Jumat, 22 Oktober 2021 17:03 Reporter : Moh. Kadafi
Warga Bali Rasakan Cuaca Panas Beberapa Hari Terakhir, Begini Penjelasan BMKG Pantai Sanur Bali. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Cuaca di Pulau Bali cukup panas dan gerah dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu cuaca di Bali cukup panas dan mencapai 30 hingga 34 derajat celcius.

"Berdasarkan data suhu udara maksimum umumnya terjadi pada siang atau tengah hari di Bali dalam lima hari terakhir ini berada dalam kisaran 30-34 derajat celcius," kata Kadek Setiya Wati, prakirawati BBMKG Wilayah III Denpasar dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/10).

Ia menerangkan, pada bulan Oktober 2021 posisi semu tahunan matahari berada di Belahan Bumi Selatan (BBS). Akibatnya daerah yang terletak di sebelah selatan ekuator akan mendapatkan intensitas penyinaran matahari yang tinggi dan membuat suhu udara meningkat.

Kemudian, suasana gerah secara meteorologis disebabkan suhu udara yang panas disertai dengan kelembapan udara yang tinggi. Kelembapan udara yang tinggi menyatakan jumlah uap air yang terkandung pada udara.

"Semakin banyak uap air yang dikandung dalam udara, maka akan semakin lembap udara tersebut, dan apabila suhu meningkat akibat pemanasan matahari langsung, suasana akan lebih terasa gerah," ujarnya.

Kemudian, di wilayah perkotaan terutama di kota besar umumnya memiliki suhu udara yang lebih panas dibandingkan bukan wilayah perkotaan. Sementara itu, catatan kelembapan udara menunjukkan sebagian besar wilayah Bali berada pada kisaran 58 persen dan 94 persen yang termasuk berkelembapan tinggi.

Untuk fenomena udara gerah sebenarnya adalah fenomena biasa. Berdasarkan histori data pada periode Oktober hingga November, suhu udara maksimum rata-rata di Bali umumnya berada pada rentang 31 hingga 33 celcius.

"Udara panas gerah juga lebih terasa bila hari menjelang hujan, karena udara lembap melepas energi panas yang menambah panasnya udara akibat pemanasan permukaan oleh radiasi matahari," ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau pada masyarakat agar tidak panik dengan suasana gerah yang terjadi, tetapi tetap perlu menjaga kesehatan dan stamina sehingga tidak terjadi dehidrasi dan iritasi kulit.

"Banyak minum dan makan buah segar sangat dianjurkan, termasuk memakai tabir surya sehingga tidak terpapar langsung sinar matahari yang berlebih," ujar Setiya Wati.

Sementara Nonik salah satu warga Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, menyampaikan dalam beberapa hari ini dirinya merasa kegerahan walaupun pada malam hari.

"Iya panas banget, malam juga, untung kemarin malam hujan. Iya kalau panas aku banyak minum air putih dingin," ujar Nonik.

Baca juga:
Penyakit Musim Pancaroba, Waspadai Dampak Buruk dan Cara Mencegahnya
CEK FAKTA: Hoaks Indonesia dan Malaysia Alami Gelombang Panas
Hujan Berpotensi Landa Sejumlah Wilayah Indonesia, Sumut Tetap Panas Menyengat
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas yang Landa Medan
BMKG Sebut Suhu Panas di Wilayah Indonesia Karena Gerak Semu Matahari
Dampak Cuaca Panas Buat Nyamuk Semakin Banyak, Ketahui Cara Mengatasinya

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini