Wapres Soal Terowongan Penghubung Istiqlal dan Katedral: Lambang Kerukunan

Senin, 10 Februari 2020 16:13 Reporter : Dwi Aditya Putra
Wapres Soal Terowongan Penghubung Istiqlal dan Katedral: Lambang Kerukunan Masjid Istiqlal-Gereja Katedral. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyambut baik rencana pembangunan terowongan bawah tanah yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral, Jakarta. Dalam pandangannya, terowongan tersebut akan menjadi simbol kerukunan beragama.

"Saya kira bagus saja, itu hanya lambang dengan adanya kerukunan dan silaturahim," kata dia saat ditemui di Karawang, Jawa Barat, Senin (10/2).

Wapres Ma'ruf menyebut pembangunan terowongan juga menjadi upaya pemerintah mengimplementasikan teologi atau pemahaman mengenai agama. Di samping itu, narasi yang ingin ditujukan lewat terowongan penghubung itu adalah kerukunan umat beragama.

"Terutama yang kita bangun itu teologinya, teologi dan narasi kerukunan, sebab kalau teologinya itu teologi konflik itu akan terjadi narasi konflik akan terjadi konflik juga. Jadi dua hal ini yang akan kita bangun, bagaimana kalau teologi kerukunan sehingga tidak ada konflik, kemudian narasi-narasi yang muncul narasi kerukunan," tandas dia.

Sebelumnya, presiden Joko Widodo atau Jokowi menyetujui rencana pembangunan terowongan bawah tanah untuk menghubungkan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Dia menjelaskan terowongan tersebut akan membangun akses jalan antar umat beragama.

"Ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke Katedral. Tadi sudah saya setujui," kata Jokowi usai meninjau revitalisasi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (7/2).

Nantinya terowongan tersebut akan jadi lambang silaturahmi antara umat beragama. Sehingga tidak ada berseberangan satu sama lain dan bisa membantu saat hari besar keagamaan.

"Sekalian sehingga ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi. Tidak kelihatan berseberangan tapi silaturahmi. Terowongan bawah tanah," ungkap Jokowi. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini