Wapres Minta Masyarakat dan Tokoh Agama Bekerja Sama Cegah Terorisme

Selasa, 30 Maret 2021 14:45 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres Minta Masyarakat dan Tokoh Agama Bekerja Sama Cegah Terorisme Polisi Sisir Lokasi Usai Ledakan di Gereja Katedral Makassar. ©2021 AFP/INDRA ABRIYANTO

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta kepada masyarakat dan tokoh agama bekerja sama dengan aparat keamanan untuk melakukan pengawasan dalam mengatasi terorisme yang terjadi di Indonesia. Hal tersebut seiring dengan terjadinya aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3).

"Karena itu masyarakat harus terus membantu tokoh agama juga bekerja sama dengan aparat keamanan,melakukan pengawasan dan pencegahan," katanya di Lapangan Olahraga Tiara Batara Teweh Tengah, Selasa (30/3).

Dia mengatakan, terorisme yang dilakukan tidak ada kaitannya dengan agama. Menurut dia tidak ada agama memberikan toleransi terjadinya terorisme serta kekerasan.

"Apalagi membunuh orang lain, itu tidak ada hubungan, karena itu seluruh tokoh agam mengutuk. Maka masyarakat tidak terprovokasi dengan pemahaman-pemahaman keagamaan, pemahaman dalam keadilan melalui kekerasan dan radikalisme," ungkapnya.

Pemerintah juga hingga saat ini telah melakukan upaya untuk mencegah adanya radikalisasi dan terorisme. Salah satunya dengan edukasi dan penjelasan bahaya dari hal tersebut.

"Kita berikan penjelasan bahayanya kita akan mengeliminasi, yang sudah terprovokasi kita akan melakukan deradikalisasi dan pembinaan, karena itu upaya-upaya ini akan terus dilakukan ternyata masih ada sel-sel itu masih ada, tapi tiba-tiba masih ada," bebernya.

Sebelumnya diketahui Minggu pagi sekitar pukul 10.30 WITA, aksi bom bunuh diri terjadi di pintu gerbang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Lokasi ledakan yang berada di sekitar Polsek Ujung Pandang dan Polrestabes Makassar serta Kantor Balaikota Makassar itu langsung membuat heboh. Polisi bergerak ke lokasi kejadian untuk mengamankan TKP.

Kejadian tersebut usai pelaksanaan ibadah Misa Minggu Palma. Polisi menyebut, ada dua terduga pelaku. Satu pelaku dapat dikenali meski sebagian tubuhnya terurai, dan satu lainnya kondisi tubuhnya hancur.

Namun, sebelumnya aksi pelaku bisa dicegah pihak keamanan tidak sampai masuk ke dalam gereja setempat. Akibatnya, sejumlah petugas pengamanan gereja mengalami luka-luka.

Data Polisi, tercatat sebanyak 20 orang menjadi korban dan telah mendapat perawatan medis. Sedangkan dua pelaku bom bunuh diri yang menggunakan sepeda motor dinyatakan tewas.

Seluruh korban sudah dievakuasi ke tiga rumah sakit masing-masing RS Bhayangkara, RS Stella Maris, dan RS Pelamonia.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Merdisyam menyatakan, ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar itu punya daya ledak tinggi atau ‘high explosive’.

"Berdasarkan analisa tim, itu masuk dalam kategori high explosive. Yang merakit ini sangat paham dalam hal kerja-kerja peledakan," ujar Irjen Pol Merdisyam, dikutip dari Antara, Senin (29/3). [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini