Wapres Minta Kepala Daerah Alokasikan Anggaran di APBD Entaskan Kemiskinan Ekstrem

Minggu, 17 Oktober 2021 16:23 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Wapres Minta Kepala Daerah Alokasikan Anggaran di APBD Entaskan Kemiskinan Ekstrem Wapres Maruf Amin. ©2021 Merdeka.com/Genan Kasah

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta agar Gubernur Nusa Tenggara Timur dan lima wilayah prioritas pengurangan kemiskinan ekstrem yaitu Sumba Timur, Timor Tengah Selatan,Rote Ndao,Sumba Tengah serta Manggarai Timur untuk bekerja keras memastikan seluruh rumah tangga miskin ekstrem mendapatkan seluruh program baik program pengurangan beban pengeluaran maupun program pemberdayaan.

Hal tersebut disampaikan Ma'ruf Amin saat memberikan arahan dalam rapat kerja terkait pengurangan kemiskinan ekstrem di Kupang, Minggu (17/10).

"Gubernur dan para Bupati agar juga memperkuat perencanaan dan penganggaran program pengurangan kemiskinan ekstrem dalam APBD masing-masing, khususnya yang sesuai dengan karakteristik miskin ekstrem di wilayah masing-masing," katanya dalam keterangan tertulisnya.

Dia meminta jelang penutupan tahun 2021 untuk dipersiapkan bantuan berupa tambahan uang tunai khusus untuk rumah tangga miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan data yang sekarang tersedia. Untuk program khusus 2021 ini, Pemerintah akan menggunakan program yang ada yaitu Program Sembako dan BLT-Desa untuk memberikan dukungan tambahan bagi kelompok miskin ekstrem di 5 kabupaten prioritas di NTT pada tahun 2021 ini.

Sementara itu, Ma’ruf menegaskan dalam upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem anggaran bukan masalah. Sebab anggaran kementerian dan lembaga pemerintah daerah sudah mencukupi. Tetapi dia mengakui, masih ada tantangannya dalam program tersebut, yaitu bagaimana hal tersebut konvergen dan terintegrasi dengan sasaran yang ditetapkan.

Diketahui 5 wilayah yang ditetapkan menjadi prioritas pengurangan kemiskinan ekstrem di NTT mengacu pada definisi Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa Bangsa, yaitu sebesar 1,9 dolar AS PPP (purchasing power parity) per kapita per hari, di bawah ukuran tingkat kemiskinan umum yang digunakan BPS yaitu sebesar 2,5 US dolar PPP per kapita per hari.

Khusus untuk lima kabupaten di Nusa Tenggara Timur yang menjadi prioritas di tahun 2021 ini, total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 212.672 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem 89.410 RT.

Kemudian jumlah tersebut tersebar di Kabupaten Sumba Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17,47% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 45.550 jiwa; Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan tingkat kemiskinan ekstrem 17.30% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 81.180 jiwa; Kabupaten Rote Ndao dengan tingkat kemiskinan ekstrem 16,21% jumlah dan penduduk miskin ekstrem 28.720 jiwa; Kabupaten Sumba Tengah dengan tingkat kemiskinan ekstrem 21,51% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 15.820 jiwa; serta Kabupaten Manggarai Timur dengan tingkat kemiskinan ekstrem 15,43% dan jumlah penduduk miskin ekstrem 44.630 jiwa. [fik]

Baca juga:
Ma'ruf Amin Pimpin Rakor Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Kupang
Peristiwa 17 Oktober: Peringatan Hari Pengentasan Kemiskinan Sedunia, Ini Sejarahnya
Anggota DPRD DKI Usul Pembentukan Lembaga Khusus untuk Tata Permukiman Kumuh
Wapres Meminta Papua Barat Selesaikan Kemiskinan Esktrem pada 2021
Kunker ke Papua Barat, Wapres Bakal Rakor Percepatan Pembangunan & Kemiskinan Ekstrem
Bansos Dinilai Tak Cukup Atasi Kemiskinan, Perlu Pemberdayaan Masyarakat
Pemerintah Genjot Bansos Sembako & BLT Desa Kejar Target Entaskan 2 Juta Warga Miskin

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kemiskinan
  3. Wapres Maruf Amin
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini