Wapres Ma'ruf Sebut Program Pemerintah Berbasis Pesantren Percepat PEN

Jumat, 22 Oktober 2021 13:51 Reporter : Lia Harahap
Wapres Ma'ruf Sebut Program Pemerintah Berbasis Pesantren Percepat PEN Peringatan Mauli Nabi, Wapres Ma'ruf Amin Berharap Silaturahmi Terus Dibangun. ©2021 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden, KH Ma'ruf Amin, mengklaim program-program Pemerintah terkait ekonomi kerakyatan yang berbasis pesantren bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Hal itu disampaikan Ma'ruf di sela peringatan Hari Santri Nasional.

"Program pemerintah melalui akselerasi ekonomi kerakyatan berbasis pesantren dan komunitas diharapkan bisa mendorong kebangkitan UMKM dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional," kata Wapres di Istana Negara, Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (22/10).

Pesantren juga diharapkan dapat menjadi pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan bidang keuangan. Seperti melalui Bank Wakaf Mikro (BWM), Baitul Maal wa Tamwil (BMT) serta lembaga keuangan mikro syariah (LKMS).

"Itu sebagai pendukung upaya pesantren mengembangkan usaha di bidang perdagangan, perikanan, pariwisata dan pertanian sayur dan buah, yang hasilnya ada yang sudah diekspor," katanya.

Pemerintah juga mendukung penguatan pondok pesantren melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

"Ini merupakan kado istimewa bagi para santri pada peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 ini, yang juga sangat kami apresiasi," katanya.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah telah menyiapkan berbagai skema antara lain melalui Koperasi Mekar, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan BWM, agar para santri mampu berkontribusi pada kemajuan ekonomi masyarakat.

"Saya harap para santri dapat memanfaatkan berbagai program pembiayaan ini dengan baik sehingga pesantren dan santri dapat berperan dalam ekonomi umat," kata dia.

Jokowi menekankan pentingnya transformasi digital di masyarakat agar ekonomi syariah Indonesia mampu bersaing di tingkat global.

"Kita harus terus mendorong usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah kita untuk mendigital, masuk ke perdagangan berbasis elektronik, dan bisa masuk jejaring pasokan nasional maupun global," ujar dia.

Dalam peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021 itu, pemerintah juga meluncurkan logo baru Masyarakat Ekonomi Syariah sebagai semangat baru dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah serta memperkuat perekonomian nasional.

Turut hadir dalam acara di Istana Negara Jakareta tersebut ialah Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, Menteri Agama, Yaqut C Qoumas, Menteri BUMN, Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, Menteri Perdagangan, Muhamad Lutfi dan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini