Wapres Ma'ruf Amin: Salah Satu Hambatan Peradaban Berpikir Sempit Terhadap Perubahan

Kamis, 11 Februari 2021 12:28 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Wapres Ma'ruf Amin: Salah Satu Hambatan Peradaban Berpikir Sempit Terhadap Perubahan Wapres Maruf Amin. ©Istimewa

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin tidak ingin umat Islam ikut dalam arus berpikir sempit. Contohnya, cara berpikir tidak percaya bahwa virus corona adalah nyata.

"Contoh sederhana cara berpikir sempit adalah tidak percaya bahwa Covid-19 adalah nyata, atau percaya pada teori-teori konspirasi tanpa mencoba untuk memahami fenomena dengan akal sehat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan," kata Ma'ruf Amin, Kamis (11/2).

"Saya memandang bahwa salah satu hambatan dalam perkembangan peradaban saat ini antara lain adalah cara berpikir sempit dan tidak terbuka terhadap perubahan," tambahnya.

Cara berpikir sempit itu, lanjut dia, merupakan salah satu penyebab munculnya sifat egoistik. Tidak menghargai perbedaan pendapat serta tidak mau berdialog.

"Cara berpikir sempit juga bisa melahirkan pola pikir yang menyimpang dari arus utama atau bahkan menjadi radikal yang dapat menjustifikasi kekerasan dalam menyelesaikan masalah," terangnya.

Selain itu, tambah Ma'ruf, cara berpikir sempit juga menghambat dan kontra produktif terhadap upaya membangun kembali peradaban Islam saat ini.

"Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak negara berpenduduk muslim masih tergolong under developed country dan mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek dan bidang lainnya," ujarnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Wapres Maruf Amin
  3. Ragam Konten
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini